PUCI

Tiang pokok berupa bambu yang tua dan lurus pada bangunan di laut tempat meletakkan sero. Sebelum dibawa ke laut, puci dimandikan dengan air kembang disertai sejumlah sesajen, seperti beras kuning dan makanan kecil saat maghrib didahului dengan satu doa. Kedua puci diangkut kelaut pukul 04.00 pagi, disertai penenggelaman sebuah telur ayam di muara S. Belencong sebagai lambang minta berkah. Penancapan puci disertai dengan sebutir telur ayam, selain itu perahu yang akan digunakan disiram dengan air kembang.

Untuk meletakkan sero digunakan dua buah puci, dilengkapi dengan "kembang puci" (ikatan penahan) dan dihubungkan dengan saka pud (batang bamboo yang letaknya horizontal), serta dengan balas-balas yang lain. Bangunan di bagian atas disebut lawa atas dan bagian bawah disebut lawa bawah digunakan sebagai pijakan waktu menanggok ikan. Duduk-duduk sambil menggoyangkan kaki di atas lawa adalah pantang karena bahaya selalu mengancam.