Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pernyataan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, bertempat di kediaman Ir. Soekarno, Jl. Pegangsaan No. 56 Jakarta. Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu memaklumkan kalimat ketiga dalam Piagam Jakarta dan secara lengkap berbunyi:

PROKLAMASI

Kami Bangsa Indonesia dengan ini menjatakan

KEMERDEKAAN INDONESIA

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan dll diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. 

Djakarta, 17 Agustus 1945

Atas nama bangsa Indonesia

SUKARNO-HATTA

Peristiwa tersebut sebagai wujud suara Rakyat Indonesia kepada dunia, bahwa bangsa Indonesia telah siap dan cakap mengurus rumah tangganya dan memberitahukan sudah menegakkan suatu negara-nasional yang merdeka dan berdaulat. Sebagai bentuk kesiapan bahwa Revolusi Indonesia sudah dimulai untuk pembentukan negara dan masyarakat baru.

Proklamasi Kemerdekaan yang diucapkan di muka umum tanggal 17 Agustus 1945 itu adalah tingkatan penutup perjuangan perjuangan Kemerdekaan yang hampir 40 tahun bergolak di Indonesia, dan permulaan zaman pembelaan Negara-Merdeka Republik Unitaris Indonesia. Dengan proklamasi Kemerdekaan itu berkembanglah kekuasaan de jure di seluruh Kepulauan Indonesia dalam tangan Rakyat dan Republik, serat bermulalah kekuasaan de facto sebagian- sebagian, menuju kekuasaan de facto seluruhnya yang dengan perebutan kekuasaan akan menjadi bulat lengkap disegenap Kepulauan Indonesia. Berdasarkan Proklamasi Kemerdekaan berbentuklah Negara Republik Indonesia 1945.

Rumah Presiden Soekarno yang berada di Jl. Pegangsaan Timur No. 56 ini kemudian dikenal sebagai Gedung Proklamasi. Meski bersejarah, gedung tersebut sudah dibongkar.

Di bekas tempat itu pula terdapat Tugu Proklamasi, sebuah monumen berbentuk tugu. Tugu irti terletak di halaman gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi 56 (dahulu Jl. Pegangsaan Timur 56) Jakarta Pusat.

Pembangunan monumen atas prakarsa Kaum Wanita Republiken di Jakarta yang tergabung dalam organisasi Pemuda Puteri Indonesia (PPI) dan Wanita Indonesia (WANI). Mereka menginginkan suatu bangunan monumen Peringatan Proklamasi Kemerdekaan dalam rangka menyongsong ulang tahun pertama Kemerdekaan Republik Indonesia. Rencana ini direalisasikan oleh seniman Jo Masdani, arsitek alumni Techniche School ITB, Kous Siregar dan Biro Teknik "Salam" pimpinan Aboetajib. Tugu ini selesai dibuat Juli 1946 dan diresmikan oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir pada tanggal 17 Agustus 1946.

Monumen ini pernah digunakan sebagai lambang daerah Kotapraja Jakarta Raya. Pada tahun 1960, dengan alasan Rencana Pembangunan Semesta Berencana, tugu itu dianggap sebagai tugu Linggarjati maka dibongkarlah tugu Peringatan Proklamasi Kemerdekaan irti. Dengan SK Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta bernomor Gb/11/3/0172 tertanggal 1972, maka bangunan monumen Tugu Peringatan Proklamasi Kemerdekaan irti dibangun kembali dan perawatannya ditangani oleh Badan Pengelola Monumen Nasional (BP. Monas).