PRINCEN, HJC

Salah satu pejuang untuk hak-hak asasi manusia (HAM) dan keadilan. Pria yang biasa disapa Poncke itu dilahirkan di Den Haag. 21 November 1925. Tutup usia pada 22 Februari 2002 dengan meninggalkan seorang isteri dan empat orang anak dan dimakamkan di pemakaman Pondok Kelapa. Ketika Presiden Soekarno membentuk demokrasi terpimpin pada 1959, Poncke melakukan oposisi terhadap Soekarno. Oposisi yang dilakukannya, menjadikan ia langganan pesakitan di bawah rezim Orde Lama, dan terus berlanjut hingga di bawah rezim Orde Baru.

Sebagai seorang pejuang HAM, ia aktif dalam Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia. Stroke yang menghantui tubuhnya, walaupun sampai terpasung di kereta roda tidak melemahkan semangatnya untuk memperjuangkan keadilan. Namun sayang, pemerintahan Megawati yang berkuasa saat itu tidak memberikan statement atas perjuangannya tersebut.