PRIJONO

Dikenal juga sebagai Pijana. Perintis kemerdekaan, tokoh pendidikan, pemah menjabat menteri di bidang P dan K, lahir tanggal 21 Juli 1907 di Yogyakarta dan meninggal di Jakarta 1969. Pendidikannya dimulai dari HIS, MULO, AMS, dan melanjutkan ke Universitas Leiden (Doctor Litterarum et Philosophiae). Bulan Agustus 1938 sampai Pebruari 1942 menjadi Asisten dan kemudian lektor dalam Bahasa Jawa pada Faculteit der Letteren dan Faculteit der Rechtsgeleerdheid, Jakarta. Bulan Maret 1942 sampai Agustus 1945, Pegawai Kantor Agama dan guru Sejarah Indonesia dan Kebudayaan Indonesia pada Sekolah Guru Tinggi dan Sekolah Tinggi Islam, Akademi Pamong Praja, Jakarta.

Sampai Pebruari 1950 menjadi Direktur Sekolah Guru Kepandaian Puteri, Sekolah Guru Tinggi Puteri dan Laki-laki dan SMA/A dan B. Kemudian Ketua Fakultas Sastra Perguruan Tinggi Gajah mada merangkap guru besar Luar Biasa Akademi Polisi, menjadi pemimpin BI bahasa Indonesia, Pemimpin Balai Bahasa mengajar Sejarah Indonesia, Kebudayaan Indonesia, Bahasa dan Kesusastraan Jawa Kuno, Lembaga dan Hukum Islam, semuanya di Yogyakarta. Bulan Maret 1950 pindah ke Jakarta. Selanjutnya menjadi Ketua Fakultas Sastra Universitas Indonesia, merangkap menjadi Guru besar luar biasa di Perguruan Tinggi Kepolisian, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Akademi Dinas Luar Negeri, sekaligus menjadi pemimpin umum Lembaga Bahasa dan Budaya, Ketua Umum Komisi Istilah dan lainnya. 

Prijono pernah menerbitkan Majalah Ilmiah Populer "Bahasa dan Budaya", Pewarta PP dan K dsb. Selain itu mendapat tanda jasa tertinggi Yugoslavia "Star of Yugoslavian Flag" Klas 1. Tanggal 13 April 1959 turut dalam rombongan Perdana menteri Juanda mengadakan kunjungan resmi ke Malaysia, dan menerima bintang yang bernama "Pahlawan Mengkunegara" dan berhak memakai gelar Datuk dan Ibu Prijono, Darin. Tanggal 1 Juni 1959 berkunjung ke Uni soviet, Polandia, Cekoslawikia, Hongaria, dan mengunjungi Mesir dalam rangka pelaksanaan pembangunan pendidikan di Indonesia.