PRANG PRING

Lagu permainan anak-anak pada zaman dahulu di Jakarta. Syair lagunya adalah sebagai berikut:

Prang pring tebulu gading

Upe pucuk upe pinang

Mancing sama cacing

Kena ikan keting

Tekumprang tekampring

Piso raut gagang gading.

Adapun jalannya permainan adalah sebagai berikut, dua orang anak duduk berdampingan sambil berselunjur (Jawa selonjor). Secara silih berganti salah seorang anak tadi menepuk lututnya sendiri dan lutut yang lain, sambil melagukan nyanyian di atas. Sesudahnya ia menyebutkan kalimat akhir lagu itu, sehingga para pemain merangkulkan tangannya kepada teman disampingnya sambil berteriak "hursaa" lalu tidur terlentang semuanya.

Prang pring tebulu bulu gading, artinya adalah bambu cina berwarna kuning, dinamakan pula aur gading. Kalimat itu mengandung sajak yang sejajar, yakni pring dan gading. Kalimat nomor dua, artinya memancing ikan dengan mempergunakan cacing sebagai umpannya. Kalimat ketiga artinya pancingnya mengenai jenis ikan itu menggelepar gelepar. Piso raut adalah pisau yang khusus digunakan untuk meraut lidi kelapa atau bilah-bilah bambu yang gagangnya dibuat dari gading.