Pramoedya Ananta Toer

Pengarang dan sastrawan terkemuka di Indonesia. Dilahirkan di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925, meninggal 30 April 2006. Berpendidikan SD Blora, Radio Volkschool Surabaya (1940), Taman Dewasa/Taman Siswa (1942-1943), Sekolah Stenografi (1944-1945), dan Sekolah Tinggi Islam Jakarta (1945). Pernah menjadi juru tik di Kantor Berita Jepang Domei (1942-1945), letnan dua dalam Resimen 6 Divisi Siliwangi (1946), redaktur Balai Pustaka (1950-1951), pimpinan "Literary & Features Agency Duta" (1951-1954), redaktur bagian penerbitan The Voice of Free Indonesia (1954), anggota Pimpinan Pusat Lekra (1958), Ketua Delegasi Indonesia dalam Konferensi Pengarang Asia Africa di Tasjkent, Uni Sovyet (1958), anggota Dewan Kornite Perdamaian Indonesia (1959), dan sebagai dosen di Fakultas Sastra Universitas Res  Republica, Jakarta dan Akademi Jurnalistik Dr. Abdul Rivai, Jakarta. Tahun 1953 ia pernah bermukim di Belanda. Bulan Juli 1947 hingga bulan Desember 1949 ia pun ditahan Belanda dan setelah G30S/PKI meletus ikut ditahan sampai akhir tahun 1979.

Ia banyak sekali membuat karya-karya sastra yang mendapat penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Novelnya, Perburuan (1950; juga terbit dalam edisi Inggris), mendapat Hadiah Pertama Sayembara yang diadakan oleh Balai Pustaka tahun 1949; kumpulan cerpennya: Cerita dari Blora (1952), memperoleh Hadiah Sastra Nasional BMKN 1957/1958; sedangkan karyanya Orang-Orang dari Banten Selatan (1959) memperoleh Hadiah Sastra Yamin 1964. Karyanya yang lain: Kranji Bekasi Jatuh (n, 1947), Keluarga Gerilya (n, 1950), Subuh (kc, 1950), Percikan Revolusi (kc,1950), Mereka yang Dilumpuhkan (n, 1951), Bukan Pasar Malam (n, 1951), Di Tepi Kali Bekasi (n, 1951), Dia yang Menyerah (n, 1951), Gulat di Jakarta (n, 1953), Midah si Manis Bergigi Emas (n, 1954), Korupsi (n, 1954), Calon Arang (1957), Hoakiau di Indonesia (1959), Panggil Aku Kartini Saja (1962), Bumi Manusia (n, 1980; juga terbit dalam edisi Inggris), Tempo Doeloe (ed., br,1982), Jejak Langkah (n, 1985), Sang Pemula (1985), Gadis Pantai (n, 1987), Rumah Kaca (n, 1987), Arus Balik (l995), Arok Dedes (n, 1999),Lamsati (n, 2(00), Mangir (d, 2(00), Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (2001) dan Cerita-Cerita dan Digul (ed. 2001). Cerpen-cerpennya dalam bahasa Inggris dibukukan dalam A Beefofashes (St. Lucia, Queensland, 1975), sedangkan dalam bahasa Belanda dibukukan dalam Bericht ilit Kebayoran (Den Haag, 1978), dan Verloren (Den Haag Anterpen, 1978).

Terjemahannya: Tikus dan Manusia (n, John steinbeck, 1950), Kembali Kepada Cinta Kasihmu (n, Leo Tolstoy, 1950), Perjalanan Jiarah yang Aneh (n, Leo Tolstoy, 1954), Kisah seorang Prajurit Sovyet (n, Maxim Gorkii, 1956), Asmara dari Rusia (n, Alexander Kuprin, 1959), dan Manusia Sejati (n, Boris Polewoi, 1959).

Studi tentang karya Pramoedya Ananta Toer: Bahrum Rangkuti, Pramoedya Ananta Toer dan Karya Seninya (1963), H.B. Jassin, Kesusasteraan Indonesia dalam Kritik dan Esai II (1967; khususnya bab "Pramoedya Ananta Toer Pengarang Keluarga Gerilya), Savitri Prasasti Schere, From CulturetoPolitics: The Writing of Pramoedya Ananta Toer 1950-1965), (disertasi Canberra, 1981), A. Teeuw; Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananto Toer (l997), Eka Kurniawan, Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis (1999), dan Rudolf Mrazek, Pramoedya Ananto Toer dan Kenangan Buru (2000).

Tahun 1995, ia memperoleh Hadiah Magsaysay (Filipina) dan tahun 2000 menerima Hadiah Fukuoka (Jepang) serta "Le Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres" (Perancis).

Tetraloginya yang ditulis Pramoedya Ananta Toer di pengasingan P. Buru, menjadi salah satu puncak terbesar abad ke-20 bukan saja sebagai karya sastra dari penulisnya, namun juga bagi seluruh kesusastraan bangsa Indonesia. Karya itu, tanpa tandingan, menguak sejarah terbentuknya bangsa-negara Indonesia dengan aneka kompleksitasnya. Karya itu, merupakan karya sastra Indonesia yang paling banyak diterjemahkan ke bahasa Asing dan meraih penghargaan internasional terbanyak; termasuk beberapa kali pencalonan penulisnya sebagai pemenang hadiah nobel.