Potlot Indoplano, Pabrik

Pabrik pertama yang memproduksi potlot (pensil) untuk memenuhi kebutuhan alat tulis sekolah-sekolah di Indonesia. Terletak di Pasar Minggu di Jakarta Selatan. Pabrik ini dilengkapi dengan mesin buatan Jepang dan dapat menghasilkan sekitar sejuta batang tiap bulannya. Kayu yang dipakai harus tidak berserat panjang dan mudah melengkung. Indoplano menggunakan jenis kayu yang tumbuh di Kalimantan, dan Jamuju (Sunda). Bubuk potlotnya didatangkan dari luar negeri.

Proses pembuatan potlot dimulai dengan menggergaji kayu menjadi papan kemudian dimasukkan ke dalam dapur selama 2 jam untuk dikeringkan, lalu papan diketam dan dialuri. Melalui alur-alur ini dituangkan bahan pelekat dan kemudian diberi bubuk potlot. Pada papan yang sudah berisi bahan ini diletakkan papan lain yang kemudian ditempa supaya satu dengan lainnya melekat benar-benar. Setelah itu papan dipotong menurut ukuran yang sudah ditentukan yang semuanya ditentukan dengan mesin, kemudian dicat sebanyak 8 sampai 12 kali lalu dicap dengan merek pabrik "Indoplano".