PONDOK RANGON, KAMPUNG

Merupakan nama kampung yang ada di perbatasan Jakarta dengan Bekasi di Kec. Pasar Rebo Jakarta Timur. Wilayah Pondok Rangon cukup luas dengan batasnya: Sebelah Utara berbatasan dengan markas Hankam Cilangkap; Selebah Selatan berbatasan dengan Kec. Cimanggis (Bogor); Sebelah Barat berbatasan dengan Jl. Jagorawi dan, Sebelah Timur berbatasan dengan Kali Sunter dan Pondok Gede.

Asal usul nama kampung Pondok Rangon berdasarkan cerita lisan masyarakat adalah sebagai berikut. Pada masa lalu ada seorang lelaki tua (aki-aki) yang bermukim di suatu tempat dengan seorang nenek-nenek yang ditemukannya di tempat tersebut tanpa melalui perkawinan. Bagi masyarakat Sunda menyebut kehidupan kakek nenek itu dengan istilah Rangon. Karena kakek nenek itu tinggal disuatu pondok, maka masyarakat menyebut tempat itu dengan nama pondok rangon.

Salah satu kampung tua di wilayah DKI Jakarta. Nama Kampung Pondok Rangon bermula dari seorang aki-aki (kakek-kakek) yang berasal dari daerah Pelawat (Krawan). Pada suatu hari di tengah perjalanan dia bertemu dengan seorang nenek-nenek. Akhirnya aki dan nenek itu hidup berkeluarga (suami istri) dengan mendirikan rumah di suatu daerah yang sekarang bernama Pondok Rangon. Rumah kediaman tersebut berbentuk panggung dengan tinggi lebih kurang 2 meter. Bentuk bangunan rumah yang demikian itu disebut "Rangon". Lama-kelamaan keluarga pendatang itu terkenal dengan sebutan "Mbah Santri". Menurut anggapan masyarakat, "Mbah Santri" adalah orang sakti sehingga dapat mencala putra mencala putri (berubah menjadi laki-laki atau perempuan). Sebelum Mbah Santri meninggal ia berpesan supaya kelak nama daerah tersebut dinamakan "Pondok Rangon". Selain itu juga berpesan supaya penduduk Pondok Rangon setiap tahun sekali mengadakan selamatan (nazar) dengan diramaikan oleh berbagai tanggapan (tontonan).

Pondok Rangon secara administratif termasuk wilayah Kec. Pasar Rebo, Kotamadya Jakarta Timur. Letaknya di bagian tenggara Kec. Pasar Rebo, dengan batas-batas sebagai berikut: sebelah utara berbatasan dengan Mako Hankam; sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Harjamukti, Kec. Cimanggis (Bogor); sebelah barat berbatasan dengan Jl. Jagorawi dan pasar kemah Pramuka, kelurahan Manjul dan Jl. Hankam, kelurahan Cilangkap, Kec. Pasar Rebo; dan sebelah tirnur berbatasan dengan Kali Sunter dan Kec. Pondok Gede, Bekasi.

Pondok Rangon termasuk dataran rendah yang bersawah-sawah dengan banyak pohon. Luas wilayah Pondok Rangon seluruhnya lebih kurang 366,15 hektar. Kelurahan Pondok Rangon adalah satu-satunya kelurahan di antara 18 kelurahan yang termasuk Kec. Pasar Rebo, Jakarta Timur yang penduduknya berbahasa Sunda. Hal ini terjadi karena Kelurahan Pondok Rangon letaknya berbatasan antara wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan Kabupaten Bekasi di sebelah timur dan Kabupaten Bogor di sebelah selatan. Nama Kampung Pondok Rangon yang masuk wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta juga disebut "Pondok Rangon Ilir". Sedang yang disebut Pondok Rangon Udik meliputi Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pondok Rangon wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dibatasi Kali Sunter. Masyarakat

Pondok Rangon terpengaruh budaya Sunda, hal ini jelas dari bahasa yang dipakai yaitu Sunda Betawi. Begitu pula mengenai rumah tradisional, cara bersawah, dan keseniannya. Kesenian wayang golek, topeng Cisalak, wayang kulit Betawi, dan kliningan telah berakulturasi dengan kesenian setempat. Pengaruh Sunda pun terlihat pada upacara atau selamatan perkawinan, sunatan, dan keramaian lainnya. Ada adat menetap sesudah perkawinan. Pola pengelompokan tempat tinggal berdasarkan kelompok kerabat (Neolokal). Pembangunan rumah masih mengikuti pola bagan rumah lama, seperti membangun rumah kolog. Sedangkan tradisi lainnya yang dikenal di daerah ini antara lain upacara kekeban (tujuh bulan), setelah si bayi lahir, dan Upacara 40 hari. Selain itu penduduk kelurahan Pondok Rangon setahun sekali mengadakan upacara selamatan "Hajat Bumi" dengan tujuan untuk minta keselamatan.