POLITIEK ECONOMISCHE BON

Disingkat PEB, satu kelompok partai politik pada zaman kolonial yang didirikan di Jakarta bulan Januari 1919. Anggota partai terdiri atas golongan pengusaha besar, tokoh perekonomian, dan galongan eksekutif Belanda. Partai ini muncul sebagai manifestasi kegelisahan yang mendalam di kalangan orang-orang Belanda akibat makin gencarnya kaum pergerakan menuntut perbaikan di segala bidang kehidupan dan kenegaraan bagi rakyat terjajah.

Situasi politik seperti ini membuat Gubernur Jenderal Graaf van Limburg Stirum di depan Volksraad berbicara tentang masa penuh pergolakan dan keresahan yang memaksanya mengucapkan janji-janji palsu. Janji yang kemudian dikenal sebagai Janji November itu pada pokoknya berisi bayangan Stirum akan keikutsertaan rakyat pribumi sebanyak-banyaknya dalam pemerintahan Hindia Belanda dengan diberi lebih banyak wewenang untuk mengatur rumah tangganya sendiri.

Para anggota Radicale Concentratie di bawah pimpinan Tjokroaminoto menganggap janji-janji gubernur jenderal itu kurang jelas dan tidak nyata batas-batas lingkupnya, sehingga tanggal 25 November 1918 lahir mosi Tjokroaminoto dan kawan-kawannya yang antara lain, berbunyi:

Volksraad

1. Menimbang telah sampai masanya buat mengadakan perubahan yang besar dalam susunan pemerintah yang besar dalam negeri ini;

2. Berpendapat bahwa secepat-cepatnya harus disusun suatu parlemen yang dipilih di antara dan oleh rakyat dengan hak menentukan hukum sepenuh-penuhnya dan dibangunkan suatu pemerintah yang bertanggung jawab pada parlemen tersebut;

3. Mengharapkan kepada pemerintah supaya dengan bekerja bersama-sama dengan perhimpunan-perhimpunan politik dalam negeri ini (Indonesia) dalam menjalankan upaya yang diperlakukannya, agar supaya susunan pemerintah baru yang menjadi pengharapan yang dinyatakan oleh Volksraad, dapatlah dibangunkan pada waktu yang dinyatakan oleh Volksraad yang sekarang, yakni sebelum tahun 1921 dan mengharapkan supaya mosi ini dimaklumkan dengan kawat  kepada Opperbestuur.

Mosi Tjokraaminata ini ditandatangani oleh Sastrowidjono, Dwidjosewoyo, Cramer, Tjipto Mangunkusumo, Radjiman, Teeuwen, A. Muis, dan Thajeb. Selanjutnya mosi dikirim ke negeri Belanda pada 30 Juni 1920 tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Karena kecewa, H.A. Salim menamakan dewan itu arena "Komedi Omong".