PINTU KECIL

Satu daerah tua di kawasan Jakarta Pusat, pada masa VOC merupakan daerah di luar Kota yang dikelilingi tembok, sejak abad ke18 dihuni oleh kaum pedagang Tionghoa. Pintu Kecil, yang pemah pula dikenal dengan sebutan 'Pintu Amsterdam', terletak sedikit berada di luar 'kota berbenteng' di sekitar Pasar Ikan dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Sesuai namanya dulu terdapat sebuah pintu kecil untuk masuk ke dalam benteng kota Batavia. Pada awalnya orang Tionghoa banyak yang bertempat tinggal di dalam tembok Kota, namun sesudah terjadi Pemberontakan Cina 1740, terdapat satu peraturan yang melarang orang Tionghoa tinggal di dalam Kota. Mereka kemudian berkelompok dan membentuk satu daerah tersendiri yang kemudian disebut Pintu Kecil.

Pada awal abad ke-20, Pintu Kecil dijuluki "Wall Street", karena peranannya sebagai pusat kegiatan perdagangan dan bisnis Cina kala itu. Pintu Kecil bagian dan Glodok atawa China Town alias Pecinan, diabadikan akhir abad ke-19. Pintu Kecil, yang pernah pula dikenal dengan sebutan 'Pintu Amsterdam', terletak sedikit berada di luar 'kota berbenteng' di sekitar Pasar Ikan dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Rumah dan gedung tua dengan arsitektur Cina yang banyak terdapat di sini, sampai 1960'an masih merupakan pemandangan sebagai kampung di negeri asal mereka. Tapi kini hanya tinggal beberapa gedung dan rumah. Ketika terjadi kerusuhan berdarah 20 Mei 1998, ratusan rumah dan gedung tua di Pintu Kecil dan kawasan Glodok dibakar dan dirusak, sementara barang-barang mereka dijarah.

Sampai kini, Pintu Kecil di pinggir jantung China Town Glodok masih merupakan salah satu pusat perdagangan dan bisnis yang banyak didatangi pembeli dari berbagai tempat di Jakarta dan tanah air. Ia terutama dikenal dengan perdagangan tekstil secara grosir. Para pedagang kemudian menjual kembali secara eceran. Sejak empat abad lalu, di kawasan Pintu Kecil Glodok ini, para tauke sudah sangat berperan dalam hampir semua aspek perdagangan, distribusi, dan pertanian di Batavia. Rumah-rumah tua bergaya Cina masih banyak terdapat di sini. Rumah dan gedung tua dengan arsitektur Cina yang banyak terdapat di sini, sampai 1960'an masih merupakan pemandangan sebagai kampung di negeri asal mereka. Tapi kini hanya tinggal beberapa gedung dan rumah. Ketika terjadi kerusuhan berdarah 20 Mei 1998, ratusan rumah dan gedung tua di Pintu Kecil dan kawasan Glodok dibakar dan dirusak, sementara barang-barang mereka dijarah.