Pieter Willem Helvenus Van Riemsdijk

Raja gula dan tintah darat, pemilik rumah tuan tanah Tanjung Timur (Tanjung Oast), putera dari Jeremias van Riemsdjik. Ia menjual tanah miliknya kepada dewan kota supaya menjadi pekuburan di Tanah Abang. Putra Jeremias van Riemsdijk menjual atau menyumbangkan tanah di Tanah Abang untuk membuka makam umum untuk orang Kristen (1795). Dia juga pernah membeli tanah dan rumah di lokasi Hotel Marine dari Tiedeman seharga 32 ribu plaster perak Spanyol.

Sebagai anak seorang pejabat tinggi dan kaya, di rumahnya di dalam kota saja ia mempunyai dua ratus budak dengan harga total 33.000 rijksdaalder (1782). Meskipun menurut pendapat orang "rada bodoh", ternyata ia bisa mencapai kedudukan sebagai anggota Dewan Hindia tahun 1799. Ia menjadi gubernur jenderal dan menikah dengan seorang buyut puteri dari Jacques de Bollan. Ia meninggal dan dimakamkan di Taman Prasasti yang batu nisannya ditandai dengan No.22.