PIETER BOTH

Gubernur Jenderal VOC pertama di Indonesia. Lahir di Amersfoort. Karirnya tahun 1599 sebagai admiral di Amsterdam. Dia merupakan gubernur jenderal VOC pertama yang ditetapkan sebagai pemegang tongkat komando dan panji-panji VOC yang bekerja keras memegang kendali pemerintahan di Ambon. Namun, dalam karirnya dia mengalami banyak badai dan petir bahkan di akhir hidupnya dia mengalami kecelakaan, kapal yang ditumpanginya ketika akan ke Holland karam di perairan Mauritus dan dia ikut tenggelam seperti digambarkan dengan kapal yang miring.

Berkuasa sejak tahun 1610 sampai 1614. Pada masanya markas utama VOC berada di atas armada kapal dagangnya dan sesekali berlabuh di Banten dan sekali waktu membuang jangkar di Maluku. Sebagai pelabuhan transito pertama kali dipilih Banten, namun perkembangan selanjutnya VOC justru mulai melirik Jayakarta, mengingat Kesultanan Banten saat itu masih terlalu kuat bagi VOC.

Belanda akhirnya memperoleh izin dari penguasa Banten untuk mendirikan gudang di Jayakarta. Pendirian loji VOC di Jayakarta ini berdasarkan perjanjian antara L. Herminte, kemudian Pieter Both dengan Pangeran Jayakarta, Wijayakrama. VOC memperoleh sebidang tanah di perkampungan warga Cina di sebelah timur muara Ciliwung yang dipilih untuk loji oleh Hemich Bouwer pada tahun 1611. Pada awal pembangunan loji tersebut bangunannya tak permanen terbuat dari bahan-bahan ringan. Namun pada tahun 1613 bahan kayu dan bambu tersebut kemudian diganti dan dibangun kembali dengan bahan-bahan batu. Awalnya berhasil dibangun gudang yang disebut Nassau, kemudian Maun'tius. Namun ternyata pengganti Pieter Both yakni Geritz Reijnst dan Laurens Real lebih sibuk di Maluku, hingga kurang memperhatikan perkembangan kedua gudang tersebut.