Phillips Christison, Sir

Seorang jenderal yang memimpin kedatangan tentara Sekutu di Jakarta pada tanggal 29 September 1945, yang menimbulkan kericuhan-kericuhan. Kemudian disusul dengan kedatangan Tentara Belanda di Jakarta tanggal 4 Oktober 1945 yang dikenal dengan nama Tentara NICA atau Nederlands Indische Civiele Administration yang menumpang delapan kapal berbendera Australia.

Sehari kemudian (tanggal 5 Oktober 1945) berlabuh pula di Pelabuhan Tanjung Priok, 3 buah kapal pengangkut dan 4 buah kapal selam Belanda. Beberapa hari sebelumnya tepat tanggal 2 Oktober 1945, orang-orang Belanda yang tetap tinggal di Indonesia bersama-sama tentara Jepang mengadakan provokasi-provokasi dan terjadilah pertempuran antara mereka berhadapan dengan Barisan Rakyat atau pemuda di Daerah Kramat, Senen, Tanah Tinggi, Kali Baru, Bungur dan Kepu. Sepertinya pertempuran-pertempuran ini merupakan pertempuran pertarna yang cukup berarti. Sebelumnya hanya terjadi insiden-insiden kecil di sana-sini. Pihak Barisan Rakyat atau pemuda pada umumnya hanya menggunakan senjata bambu runcing, golok, tombak, pedang, samurai dan beberapa pucuk senjata api.