Perisai

Senjata tradisional masyarakat Betawi yang mengandung unsur-unsur magic dan mistik. Wujudnya berupa batu (batu aji) yang berbentuk cincin, gelang atau kalung yang digunakan oleh pemakainya untuk menahan atau melindungi berbagai serangan yang sering tidak terlihat dengan mata biasa (kasad mata). Perisai dapat juga berupa ilmu dalam atau kesaktian. Dengan memiliki ilmu itu, tubuh mereka bukan saja tahan gebukan, tetapi juga tahan bacokan dan tahan peluru. Ilmu ini beraneka macam modelnya. Menurut keterangan beberapa sumber, pasukan hizbulah lebih menekankan pada ilmu asrar yang merupakan perpaduan antara tenaga dalam dan jurus silat.

Sebagai guru biasanya adalah seorang kiai. Sebelum "diisi" seseorang lebih dulu mandi besar atau mandi junub, layaknya mandi selepas berhubungan intim dengan istri. Setelah selumh tubuh dianggap bersih dilanjutkan dengan melakukan sholat sunnat dua rakaat (sholat sunnat mutlak namanya), bertaubat memohon ampun kepada Tuhan dengan disertai membaca istighfar. Setelah bertaubat, menghadap kiai dan diberi wejangan agar tidak takabur serta sombong, juga diberi minum air putih yang telah dijampi-jampi atau dibacakan doa. Setelah semua langkaian kegiatan dilaksanakan baru melakukan latihan fisik lewat jurus-jurus silat.