Pentul, Sate

Disebut juga sate lembut, satu jenis lauk pauk khas saat Lebaran, terutama bagi masyarakat Betawi. Sate pentul dapat bertahan sampai Rumah satu minggu. Namun sejak masa pendudukan Jepang sudah jarang ditemui dan karena harganya juga mahal, akhirnya sampai saat ini sudah sulit dijumpai. Selain itu mungkin masyarakat Betawi sudah tidak menyukai lagi masakan sate pentul atau karena sudah tidak ada lagi yang pandai membuat. Adapun bahan-bahan untuk membuatnya, antara lain: daging sapi, ketumbar, gula merah, garam. Air asam, kelapa, jinten, santan kental (santan kanil) , bawang merah/putih. Cara membuatnya: daging dicincang sampai halus betul ditumbuk dengan lumpang batu sampai halus betul. Kelapa setelah diparut kemudian digoreng, bumbu diulek lalu ditumis sampai menjadi kental lalu diaduk dengan daging tersebut hingga rata. Daging pulung-pulung bulat-bulat sebesar ibu jari terus digoreng. Setelah matang lalu ditusuk lima-lima atau lebih dengan tusuk sate. Ada juga yang tidak ditusuk tetapi dihidangkan begitu saja dipiring. Apabila akan dibuat "sate lembut", ketika memulung-mulung tersebut bentuk menjadi segi empat sebesar bergedel, dicetak menggunakan daun pisang. Setelah digoreng, dihidangkan dengan cara diletakkan di piring saja, tidak ditusuk.

                   

Sate Pentul

Sate pentul menjadi menu makanan tradisi dan sehari-hari masyarakat Betawi. Namum karena proses pembuatannya yang tidak sederhana, menu ini tidak banyak disajikan dalam makanan sehari-hari masyarakat.

 

 

Resep Sate Pentul

Bahan :

1.   Daging sapi cincang ½ kg

2.   5 lembar daun jeruk

3.   ¼ kg gula merah

4.   Garam secukupnya

5.   1 cangkir air asam jawa

6.   Tusuk sate

7.   Terasi

8.   Lada

9.   ½ buah kelapa tua diparut digongseng dihaluskan.

Bumbu yang dihaluskan :

1.   ½ ons cabe merah

2.   10 siung bawang merah

3.   3 siung bawang putih

4.   2 sdm ketumbar disangrai

5.   2 sdm jinten disangrai

Cara membuat :

1.   Daging cincang, bumbu halus, daun jeruk, gula merah, garam, air asam jawa, dicampurkan lalu diaduk rata.

2.   Adonan dibagi menjadi 15 bagian dan dibentuk bulat pipih.

3.   Masing-masing adonan dikepalkan dengan 2 buah tusuk sate lalu dibulatkan.

4.   Sate pentul dipanggang diatas api yang dialasi daun pisang.

5.   Sate dibalik-balikan hingga matang dan berwarna kuning.