Pencak Silat

Jenis bela diri asli Indonesia, baik tanpa senjata atau pun bersenjata. Gerakannya merupakan kombinasi dari gerakan pukulan dan tendangan, disertai pengetahuan tentang bagian terlemah pada tubuh manusia. Selain sebagai seni bela diri, pencak silat juga populer sebagai olahraga yang menekankan pada pembentukan tubuh agar kuat dan sehat.

Menurut Ali Sabeni, pencak artinya jurus-jurus. Silat dapat diartikan Shalat, dan sebelum Shalat didahului oleh wudhu. Di dalam proses wudhu, tangan kiri dan tangan kanan saling membersihkan dari hal-hal yang kotor. Jadi Pencak Silat bukan untuk mencari musuh atau untuk berkelahi, namun untuk sarana pergaulan. Seperti gerakan tangan kiri dan tangan kanan yang tampak pada tarian sebagai sarana pergaulan. Selain itu, silat merupakan kependekan dari Silaturakhmi.

Pencak Silat Betawi memperoleh pengaruh dari berbagai aliran, yakni Cimande, Cikalong dan Syahbandar. Selanjutnya Bapak Kahir (Kaer) dari aliran Cikalong (Mande Cikalong) menyebarkan Pencak Silat melalui para muridnya sampai ke Bogor, Depok, Betawi, Tangerang dan Banten. Sehubungan dengan guru-guru silat Betawi dapat diketahui, pertama Grup PPSI Pusaka Setra Kencana pimpinan M.S. Handiwijaya antara lain Pak Elik Bohari yang beralamat di Kampung Baru Pancoran dan di Jl. Cagar Alam Raya Selatan Depok. Kedua, Ki Ardali dari Kampung Pasir Nangka, desa Cipadang, Banteng Silatnya di Jakarta. Ketiga, terdapat aliran Pengasihan, Cipeuyeum, Citayem, Depok Keempat, terdapat aliran Cimande yang diperoleh dari seorang guru silat bernama Abdul Somad biasa disebut H. Ahmad, yang berguru kepada Siban, Siban dari Mizar, dari Bah Kaer.

Masyarakat Betawi yang suka main pencak silat biasa memakai celana pangsi warna hitam, baju lengan panjang, sarung diikat di pinggang, ikat pinggang dari kulit yang lebar, topi les tancep, terompah dari kulit, dan golok disisipkan di pinggang.