PEMBINA IMAN TAUHID ISLAM

Disingkat PITI, organisasi masyarakat Cina peranakan yang memeluk agama Islam. Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) dibentuk tahun 1972 untuk menghidupkan PITI yang lama (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia). Perkumpulan ini mencakup semua peranakan Tionghoa yang mau menjadi Islam. Organisasi ini pada awalnya bernama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang didirikan pada tanggal 6 Juli 1963 di Jakarta. Organisasi ini merupakan gabungan dari dua organisasi, yaitu Persatuan Islam Tionghoa (PIT) dan Persatuan Tionghoa Muslim (PTM).

Sebelum 1965, kegiatan PITI tidaklah begitu aktif. Kegiatannya baru meningkat setelah Presiden Soeharto berkuasa. Tahun 1969, anggotanya mencapai 10.000 di seluruh Indonesia dan 1000 di Jakarta. Perpindahan agama banyak terjadi di Pontianak dan Medan. Setelah reorganisasi tahun 1972, perkumpulan di Jakarta mengeluarkan stensilan karya Arifin Syamsudin berjudul Media Da'wah PITI Jakarta: Istiqomah yang terdiri dari beberapa karangan tentang pendidikan agama dan catatan sejarah Islam di Tiongkok dan Indonesia. Sebelumnya, yang masuk ke dalam PITI adalah orang-orang yang kurang mampu, tetapi pada tahun 1980-an setelah Junus Jahja masuk Islam tahun 1979, banyak orang Cina kaya dan terpelajar mengikuti jejaknya.

PITI tidak hanya menerima orang-orang Cina sebagai anggotanya, tetapi juga orang-orang pribumi. Hal ini berperan dalam mempercepat eratnya hubungan pribumi dan nonpribumi dalam pembaurannya. PITI tidak ada hubungan historis dengan orang Islam Tionghoa abad ke-18 yang telah lama membaur dengan masyarakat Indonesia, tetapi proses di baliknya mirip. Agama Islam sebenamya telah dianut oleh sebagian orang-orang Cina sejak jaman Majapahit. Keretakan hubungan kaum pribumi dengan orangorang Cina dimulai dari peristiwa G.30.S/PKI yang di dalamnya melibatkan salah satu organisasi Baperki yang sebagian besar anggotanya adalah orang Cina. Organisasi PITI berkembang dan menyebar ke berbagai wilayah, terutama di kota-kota besar.