Pemandian Dan Tempat Cuci Umum

Pemandian yang dibangun pemerintah Kotapraja Batavia untuk penduduk Eropa, Bumiputra, Cina, dan Arab secara bergiliran. Diputuskan tanggal 1 Agustus 1908. Tahun 1915, sistem pemandian dirombak karena mempersulit petugas yang mengatur. Tahun 1917, di daerah kota lama maupun baru dibangun beberapa kamar mandi dan WC umum. Ada 10 kamar mandi dan 7 buah tempat tinja (septic tanks) dibangun berdampingan lengkap dengan selokan pembuangan. Ada di daerah Kebon Jeruk, Kebon Jahe, Tanah Tinggi, Kampung Bali, Jembatan Lima, dan Angke Duri. Di Kampung Bali dan Muara Angke Duri ada yang meniru membuat septitanks kecil untuk keperluan pribadi.

Pada tahun 1923, setelah pembukaan sumber air Ciomas, didirikan 2 tempat pemandian dan tempat cuci umum di dekat Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang. Sedang WC umum didirikan di Petojo Endek dan Kampung Krukut. Tahun 1926 dan 1927, pemandian dan tempat cuci umum di kampung Petojo Sabangan dan Petojo Udik diperluas. Perluasan itu menelan biaya f 25.000 dan masih ditambah f 51.000 untuk membangun 27 bangunan lagi. Sesudah tahun 1929, pembangunan dilakukan di kampung Parapatan, Kebon Sirih, dan Kebon Kacang.