Payung Besar, Pulau

 

Pulau Payung Besar
Lokasi Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan,Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta
Luas wilayah 20 Ha

 

Pulau Payung Besar berada di Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau ini merupakan salah satu dari enam pulau yang berada di Kelurahan Pulau Tidung, yang secara administratif warga di pulau ini tergabung dalam RT 006/RW 004. Jaraknya hanya sekitar 20-30 menit dari Pulau Tidung. Sedangkan menuju ke Pulau Tidung sekitar 3 jam dari Pelabuhan Muara Angke. Namun, bila menggunakan kapal cepat dari pelabuhan Marina Ancol, hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam.

Pulau Payung sendiri terdiri dari Pulau Payung Besar yang berpenghuni dan Pulau Payung Kecil yang tidak berpenghuni. Pulau ini memiliki luas wilayah sekitar 20 Ha namun, hanya sepertiga yang digunakan untuk pemukiman warga (Direktori Pulau Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut angka 6,8 Ha untuk luas wilayah Pulau Payung Besar). Pemukiman warga diapit oleh tanah yang sudah dimiliki orang dari luar pulau dan sebagian tanah digunakan untuk fasilitas wisatawan seperti villa. Pada pertengahan Mei 2015, tercatat 167 jiwa penduduk tinggal di Pulau Payung Besar.

Dari data Direktori Pulau Kementerian Kelautan dan Perikanan diketahui bahwa, Pulau Payung Besar telah dihuni penduduk sejak lama mereka datang dari berbagai suku, diantaranya suku Jawa dan Betawi. Mereka mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan, ada juga yang bergerak di bidang pertukangan dan perdagangan. Nelayan yang umumnya beroperasi adalah yang menggunakan one day fishing dengan wilayah penangkapannya hanya disekitar Kepulauan Seribu. Alat tangkap yang digunakan berupa pancing, bubu dan jaring dengan hasil tangkapan berupa ikan tongkol dan kerapu yang dijual langsung ke tengkulak/pengumpul. Dari data Pengamatan Jangka Panjang Terumbu Karang Kepulauan Seribu yang digagas oleh  Terangi, Dinas Kelautan & Perikanan serta yayasan David & Lucille Packard dikatakan bahwa di Pulau Payung Besar terdapat lokasi untuk budidaya ikan kerapu dan moluska di perairannya.

Selain bermata pencaharian sebagai nelayan, sekelompok warga juga membuat panganan keripik sukun. Sebagian warga bahkan pernah mendapat pelatihan dalam mengelola panganan berbahan sukun dari Kementerian Pertanian. Kaum ibu di Pulau Payung Besar juga mengolah ikan yang didapat dari tangkapan di laut menjadi ikan asin.

Keindahan bawah laut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau ini. Selain memiliki vegetasi pantai dengan pasir yang lembut juga memiliki pemandangan bawah lautnya yang bagus untuk snorkeling. Objek wisata lain di pulau ini adalah mercusuarnya yang menjadi pemandu kedua kapal setelah mercusuar di Pulau Tunda yang digunakan untuk memasuki perairan Jakarta dari Selat Sunda. Pulau Payung Besar berada 32 km sebelah timur Pulau Tunda dan 90 km dari Jakarta. Mercusuar Pulau Payung Besar hanya bisa diakses melalui laut. Hingga saat ini menara rangka besi putih ini masih berdiri kokoh. Tinggi menara mercusuar ini mencapai 30 meter, dioperasikan pertama kali di tahun 1890. Untuk kebutuhan teknis, menara ini dilengkapi dengan 2 buah lampu putih, yang menyala setiap 10 detik, dengan tinggi focal plane 32 meter. Area mercusuar terletak di sisi barat dermaga dan dibatasi oleh pagar. Namun, pengunjung tetap dapat masuk ke area menara suar seluas 3.802 meter persegi. Pengunjung yang berwisata ke mercusuar dapat berfoto dengan latar belakang laut, pantai dan mercusuar ini sebagai objek fotonya.

Wisatawan yang datang biasanya menginap di homestay atau villa yang dikelola oleh warga setempat. Diantara mereka juga kadang mencari tempat untuk mendirikan tenda kemping, sehingga dapat menikmati keindahan alam dan kesegaraan udara laut Jakarta dari Pulau Payung Besar.

Pulau Payung memiliki tipe terumbu karang tepi dengan kontur yang cukup landai. Keberadaan terumbu karang di Pulau Payung saat ini mulai memprihatinkan dengan terlihatnya banyak makroalgae. Sedangkan padang lamun terdapat disekitar pantai. Lamun yang ditemukan sebanyak 3 jenis yaitu Enhallus acrorides, Thalassia hemprichii dan Halophila ovalis. Kerapatan dan persentase tutupan jenis lamun yang bervariasi. Jenis Thalasia hemprichii merupakan jenis lamun yang paling banyak ditemukan di perairan Pulau Payung dengan kerapatan sebesar 39 ind/m2.

Vegetasi mangrove di Pulau Payung Besar hanya terdiri dari satu jenis yaitu bakau (Rhizopora sp.). Jenis bakau ini dapat dijumpai dibagian selatan dan timur pulau. Vegetasi mangrove yang ditemui masih berupa semaian, yaitu mangrove yang tingginya kurang dari 1,3 meter dengan lingkar batang kurang dari 12 cm. Mangrove tersebut sengaja ditanam di dekat pantai dengan tujuan untuk rehabilitasi. Kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan di pulau ini ditujukan untuk menjaga bibir pantai dari ancaman abrasi. Adapun jenis vegetasi yang terlihat sangat mencolok dan mendominasi di pesisir Pulau Payung Besar adalah cemara laut (Casuarina equisetifolia). Cemara laut ini banyak terdapat di bagian selatan dan timur Pulau Payung Besar. Selaian bermanfaat secara ekologi, cemara laut juga memiliki manfaat ekonomi yaitu sebagai biofuel (resin), kayu untuk bangunan dan bonsai tanaman.

Pulau Payung Besar memiliki beberapa sarana dan prasana umum yang dapat dimanfaatkan oleh warga setempat. Sarana pendidikan yang tersedia di desa ini berupa sebuah SD, untuk SMP dan SMA biasanya warga pulau Payung bersekolah ke Pulau Tidung atau Pulau Pramuka. Untuk pelayanan kesehatan hanya ada seorang bidan. Warga yang ingin berobat biasanya pergi ke Pulau Tidung karena disana terdapat Puskesmas. Untuk kebutuhan listrik sudah terpenuhi dan menyala selama 24 jam. Air bersih diperoleh dari sumur buatan maupun dari sumur alami. Pulau Payung Besar memiliki dua sumur air tawar untuk kebutuhan masak dan minum. Sumur dengan air tawar ini tersedia gratis untuk siapa saja.