PASEBAN

Dalam masyarakat Jakarta, memiliki dua konotasi, Pertama, merupakan nama kampung sekaligus nama kelurahan yang ada di wilayah Jakarta Pusat Paseban dan kata yang artinya berkumpul, yaitu tempat berkumpulnya pasukan Sultan Agung dari Jawa Tengah dalam Anu penyerangan kota Batavia pada tahun 1628-1629. Letak kampung Paseban dekat dengan kampung Matraman yang memiliki sejarah asal-usul yang sama.

Kedua, disebut juga belandongan, salah satu bagian rumah Betawi. Berbentuk bangunan tanpa dinding, terletak di bagian depan bangunan inti sebagai sambungan dari langkan, atapnya disambungkan dengan atap bangunan inti. Ukuran luas paseban ada yang sarna dengan bangunan inti atau lebih besar. Dapur merupakan bangunan tersendiri, atapnya menjadi satu dengan bangunan inti dan sambungannya berupa talang yang terbuat dari seng, sehingga rumah tampak mempunyai tiga bubungan.

Fungsi paseban pada rumah petani adalah sebagai ruang tamu, tempat duduk keluarga pada waktu senggang, tempat tidur anak laki-laki, dan kamar untuk tamu. Pada musim panen, sebelum dimasukkan ke dalam lumbung, padi disimpan dalam paseban. Paseban juga menjadi tempat untuk menganyam tikar, menyirat jala, dan menyimpan hasil bumi sebelum dijual, juga sebagai tempat untuk menyelenggarakan pesta-pesta keluarga.