Pasar Gondangdia (pasar Boplo)

Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hingga kini merupakan salah satu daerah elite di jantung ibu kota negara. Tak heran jika di wilayah itu, terdapat banyak rumah pejabat pemerintahan, maupun pengusaha yang kaya raya. Di kawasan ini pula terdapat bangunan kuno dan unik yang menyimpan banyak sejarah panjang. Berbagai perkantoran pemerintah, swasta, hingga kedutaan juga terdapat di Menteng.

Berbicara masalah kawasan Menteng, tak terlepas dari sejarah yang dilalui kawasan tersebut. Menteng telah menjadi pusat pemerintahan sejak zaman pemerintahan Jenderal Gubernur Deandles pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dengan nama Weltervreden sebagai kota baru pindahan dari Batavia di Kota Tua.

Sebagai pusat pemerintahan, Deandles membangun berbagai fasilitas di kawasan itu, salah satunya kantor perumahan De Bouwploeg yang dibangun di Jl. Endree Gondangdia (Jl. Cut Meutia). De Bouwploeg adalah sebuah perusahaan yang memberikan jasa perumahan mewah di kawasan Menteng dan Gondangdia.

Di tengah pusat kota juga terdapat sebuah pasar tradisional yang legendaris dan cukup dikenal pada era 1970 hingga tahun 1980-an, yaitu Pasar Boplo. Pasar ini merupakan salah satu kenangan yang tersisa di antara ribuan peninggalan sejarah berupa gedung-gedung tua berarsitektur kuno dengan gaya Eropa di kawasan elite Menteng.

Pada awalnya Pasar Boplo berada di sekitar kantor De Bouwploeg atau berada di depan Stasiun Gondangdia, dengan kondisi pedagang yang tak beraturan. Pada tahun 1960-an pedagang tersebut dipindah ke Jl Srikaya I atau di depan pintu selatan stasiun.

Kota baru Weltervreden menjadi kawasan ramai dan mewah di awal abad ke 20. Kawasan Gondangdia terutama seputaran De Bouwploeg menjadi pusat keramaian di Weltervreden.  Dari sinilah banyak orang memanfaatkan daerah Bouwploeg untuk tempat berjualan.

Kawasan Bouwploeg menjadi terkenal dengan berbagai kesibukannya. Sekumpulan pedagang yang menjual dagangan di kawasan itu mulai dikenal, dan kemudian area tersebut dikenal sebagai Pasar Boplo atau pasar Bouwploeg. Nama Boplo di berikan orang pribumi untuk menyebut nama daerah gedung De Bouwploeg.

Pada awalnya Pasar Boplo bukanlah sebuah pasar yang dikelola secara resmi, akan tetapi hanya sebuah pasar kaget. Sebab dulunya pasar tersebut adalah sekumpulan pedagang yang datang memanfaatkan suasana gedung De Bouwploeg yang ramai dan padat.  Kepadatan itu terus terjadi hingga tahun 1970-an, bahkan hingga sekarang pasar tersebut masih memiliki denyut kehidupan, kendati suasananya tak seramai dulu.
 
Meski menjadi bagian dalam sejarah perjalanan daerah Menteng atau Jakarta pada umumnya, namun kondisi sekumpulan pedagang di Pasar Boplo tidaklah mati. Pasar ini kini dikenal sebagai pasar Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Letaknya pun cukup strategis, yakni di sebelah barat Stasiun KA Gondangia. Jadi kawasan Pasar Boplo tidak hilang, melainkan hanya bentuk dan suasananya yang telah berubah.


Sumber  : www.beritajakarta.com
Tanggal  : 21 Mei 2010