PANJI SOEROSO

Pahlawan Nasional bernama lengkap Raden Panji Soeroso lahir pada 3 November 1893 di Sidoarjo Jawa Timur. Ketika masih bersekolah ia aktif berorganisasi. Mula-mula ia menjadi anggota Budi Utomo, kemudian memasuki Sarekat Islam. Sebagai ketua Sarekat Islam cabang Probolinggo, ia mendirikan toko untuk membantu rakyat kecil memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif murah. Ia juga aktif memperjuangkan nasib buruh agar mendapat perlakuan yang layak dari majikan. Setelah menamatkan Kweekschool tahun 1916, ia bekerja sebagai pegawai pemerintah selama dua tahun.

Pada tahun 1921 ia memimpin aksi pemogokan buruh pabrik gula di Mojokerto. Sebagai anggota Volksraad yang dijabatnya sejak tahun 1924, ia menentang keras pelaksanaan pajak tanah di Sumatera Barat. Selain itu, sejak tahun 1929 ia diangkat menjadi Ketua Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri. Melalui organisasi ini, Soeroso berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri.

Pada masa pendudukan Jepang, ia diangkat sebagai Ketua Pusat Tenaga Rakyat (Putera) daerah Malang. Kemudian pada tahun 1945, ia menjadi Wakil Ketua Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dalam masa RI, Soeroso memulai karirnya sebagai Residen Kedu. Sesudah pengakuan Kedaulatan, beberapa kali ia menduduki jabatan menteri, yakni Menteri Perburuhan, Menteri Urusan Pegawai, Menteri Sosial, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik. Sebagai Menteri Sosial, ia memperjuangkan agar pegawai negeri dapat membeli rumah dinas dengan cara mencicil. Untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri ia mempelopori pendirian koperasi pegawai di tiap-tiap kantor mulai dari pusat sampai ke daerah-daerah. Gerakan koperasi ini terus berkembang dan akhirnya berdiri Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPN).

Pada waktu menjadi Menteri Perburuhan, ia membentuk Panitia Penyelesaian Perselisihan Pekerja (P4) yang bertugas menyelesaikan perselisihan antara buruh dan majikan. Soeroso juga mempunyai andil yang besar dalam menyusun Rencana Undang-Undang (RUD) Pokok tentang Pemerintahan Daerah dan Rencana Pemerintahan Desa. Usaha ini dilakukannya dalam jabatannya sebagai Ketua Panitia Desentralisasi dan Otonomi Daerah pada tahun 1962. Ia meninggal dunia pada 16 Mei 1981, dimakamkan di Mojokerto, Jawa Timur.