Pangudi Ilmu Kebatinan Intisarining Rasa

Disingkat Poor, didirikan oleh RM Kartohadirnodjo, M. Darum Tjokroisnadi dan tujuh orang lainnya pada tahun 1963 di Jakarta. Poor bertujuan menghimpun kekuatan idiil, moril dan material seluruh warga Pikir; mewujudkan golongan Pikir yang kokoh kuat berdasarkan filsafat Pancasila; turut serta dalam pembangunan negara dan mengusahakan perbaikan nasib dan pembelaan hak diri para warga Pikir.

Ajaran Pikir bertumpu pada hakikat Dzat Allah yang serba meliputi (angliputt), dan menggali berbagai bukti kenyataan adanya Tuhan Yang Maha Esa, serta mencari ilmu (mangudi kawruh) berdasarkan kesunyatan yang dapat disaksikan dalam rasa kebenaran (intisarining rasa). Badan bertapa dengan sikap menunduk, yang merendah hati dan suka bekerja amal, sedang budi bertapa dalam nrima ing pandum (menyadari akan keterbatasan diri) dan mempercayai sesama, menjauhi sikap buruk sangka.

Landasan kuat Pikir terletak pada batin dan rasa, tidak pada tangan dan kata semata-mata, tidak pada kebiasaan melontarkan, celaan, melainkan pada kesanggupan memberi keteladanan, llmu Kebatinan Intisarining Rasa adalah hasil manunggalnya pikiran, batin dan rasa menjadi suatu pedoman hidup yang mengarah kepada budi luhur ada kemudi untuk menjadikan lahir utusan batin, yaitu kasunyatan yang dapat disaksikan kebenarannya dalam intisari rasa. AnggotaPoor tersebar di berbagai wilayah Jakarta.