Panggung, Rumah

Bentuk rumah asli Marunda Pulo. Terdiri atas bangunan utama di bagian depan dan bangunan tambahan di belakang. Bangunan utama digunakan sebagai tempat istirahat, makan, dan menerirna tamu. Sedang bangunan tambahan digunakan untuk dapur, kamar mandi, dan tempat menyimpan peralatan menangkap ikan. Dasar pertimbangan pemilihan bahan selain berdasar pada pengetahuan penduduk tentang alam juga faktor ekonomi. Bangunan utama memakai kayu sedang bangunan tambahan memakai bambu. Kayu yang digunakan adalah kayu besi atau kayu jati untuk tiang, kayu jati atau kayu meranti untuk rangka, kayu duren untuk lantai, kayu rasamala dan kayu kecapi untuk tiang panggung, bilik bambu untuk langit-langit, dan genteng merah untuk atap. Kayu besi atau kayu jati merupakan jenis kayu yang paling kuat menahan beban berat serta memiliki daya tahan terhadap serangga pemakan kayu dan pengaruh air asin. Selain itu penduduk juga sering menggunakan bahan bekas atau dari rumah kerabat yang ditinggalkan. Tukang yang membuat rumah panggung berasal dari Bojong dan Kranji, Jawa Barat.

Pembuatan Rumah Panggung: Diawali dengan menentukan lokasi. Lokasi paling ideal berdekatan dan membelakangi air yang mengalir. Tahap pertama, tanah dikeraskan dengan pecahan karang sambil didatarkan agar umpak (pondasi rumah) bisa mencengkeram tanah dengan seimbang. Kemudian dibuat rangka rumah yang terdiri dari 20 tiang panggung yang juga menjadi tiang rangka utama rumah dengan formasi 4x5. Setelah selesai, rangka rumah dipindahkan dan didudukkan di atas umpak. Biasanya di sela-sela rangka rumah tersebut digelar tikar untuk mengadakan selamatan. Tahap kedua dipasang landasan lantai berupa jajaran sejumlah bambu. Selanjutnya dinding rumah yang berupa jajaran papan dipasang dengan memakunya rap atrapat. Kemudian bilik (anyaman bambu) dipasang sebagai langit-langit dan genteng merah sebagai atap.

Setiap ruangan dalam rumah merupakan bagian yang dibatasi oleh empat buah tiang utama. Dengan formasi tiang 4x5m, berarti ada empat ruang yang berderetan. Pintu dipasang agak ke samping kiri atau kanan agar angin tidak berhembus langsung ke dalam seluruh ruang serta melindungi tempat tidur dan dapur dari penglihatan orang. Bangunan tambahan menempel dan sarna tinggi dengan bangunan utama. Didirikan di atas 12 umpak dengan fondasi 3x4 m. Bambu yang digunakan sebagai tiang adalah jenis betung (semacam bambu yang besar dan kuat) dengan dinding bilik, lantai jaro-jaro (bilah-bilah bambu yang dipasang renggang), dan atap genteng merah. Jamban didirikan di atas air dan dihubungkan dengan bagian belakang rumah melalui titian bambu atau kayu. Besarnya 1x1 m tanpa atap.