PANGEMANANN, FDJ

Seorang Pribumi perintis pers Melayu dan penulis cerita dengan gaya baru (tidak tradisional). Ia juga seorang wartawan dan pengarang novel pada awal munculnya kesusastraan modern Indonesia. Lahir pada tahun 1870 dan meninggal pada tahun 1910. Ia adalah orang Manado yang aktif sebagai wartawan dan redaktur di Batavia dan Bandung. Pada tahun 1894-1906 ia menjadi redaktur majalah Bintang Betawi. Karyanya antara lain Tjerita Rossina (novel, 1903), Si Tjonat (1900). Ia kemudian bekerja di harian Perniagaan.

Hasil karyanya sudah menggunakan bahasa Melayu, bukan Belanda atau bahasa ibunya. Pada masa itu ada dua Pangemanan yang terkenal, JH dan FDJ Pangemanann. Supaya bisa dibedakan, FDJ menulis nama marganya (dari Minahasa) dengan dobel Jl. JH Pangemanan dikenal sebagai pemimpin redaksi koran Melayu Djawah Tengah (terbit: Semarang 1913-1938) juga pendiri dan ketua Roekoen Minahasa (1912).

Sedang FDJ Pangemanann semula dikenal sebagai wartawan atau redaktur surat kabar Bintang Betawi (terbit: Betawi 18941906), surat kabar ke-10 yang pernah terbit di Betawi. Dengan gulung tikarnya Bintang Betawi, pindah ke harian Kabar Perniagaan (terbit: Betawi 1903-1907; 1907 berubah menjadi Perniagaan sampai 1930; 1930 berubah lagi menjadi Siang Po sampai jatuhnya Hindia Belanda pada tahun 1942, ia juga menjadi pemrakarsa pendirian organisasi wartawan pertama waktu itu. Diberitakan bahwa atas prakarsanya, redaktur Kabar Perniagaan, pada 6 Januari 1906 di Betawi telah didirikan Maleische Journalisten Bond. Pada peresmian organisasi ini hadir para undangan yang terdiri dari redaktur, koresponden, dan pengusaha percetakan. Pengurusnya mencakup Clockener Brousson sebagai ketua, F. Wiggers sebagai wakil ketua, Pangemanann sebagai sekretaris, dan Phoa Tjoen Hoat sebagai bendahara. Dia bersama dengan R.M Tirto Adhisoerjo, atas nama pers Melayu mulai melancarkan kritik terhadap perilaku pejabat yang tidak patut sebagai upaya untuk memperbaiki keadaan sosial. Aksi ini dalam sejarah pers di Hindia telah membuka jalan bagi lahirnya pers nasional di kemudian hari. Dia juga menulis cerita-cerita bersambung dalam Bintang Betawi. Cerita pertamanya, Njerita Rossina pada mulanya diumumkan dalam surat kabar tersebut (1903). Karya lain karya Pangemanan bertajuk Tjerita Si Tjonat yang dirilis pada tahun 1900.