PANDIR KELANA

Nama pena untuk Slamet Danusudirdjo. Seorang sastrawan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan di bidang militer. Dilahirkan di Banjarnegara, Jawa Tengah, 4 April 1925. Pernah mengikuti pendidikan perwira artileri di Belanda dan Belgia, serta Sekolah Staf Komando Angkatan Darat di Akademi Frunze, Moskow, Rusia. Pernah aktif dalam jajaran TNI Angkatan Darat dan mencapai pangkat Mayor Jenderal. Pernah menjadi Deputy Ketua Bappenas dan Ditjen Bea dan Cukai, Departemen Keuangan RI, Sekjen Departemen Perhubungan RI, Sekretaris Menko Ekuin RI, anggota Dewan Pertimbangan Agung, dan Rektor Institut Kesenian Jakarta. Di samping tanda-tanda jasa militer, ia memperoleh anugerah negara dalam wujud Bintang Mahaputera Utama.

Beberapa karya novelnya, a.l. Tusuk Sanggul Pudak Wangi (1989), Kereta Api Terakhir (1991), Kadarwati (1991), Ibu Sinder (1991), Rintihan Burung Kedasih (1992), Bara Bola Api (1992), Merah Putih Golek Kencana (1992), Suro Buldog (1992), dan Subang Zamrud Nurhayati (1992).