Palang Merah Indonesia

Sebuah lembaga atau organisasi yang bergerak di bidang amal bakti kemanusiaan tanpa membedakan bangsa, golongan, agama, dan paham politik. Dibentuk di Jakarta, 17 September 1945 atas prakarsa dan anjuran Soekarno serta beberapa pemimpin bangsa, dengan tujuan menolong korban pertempuran. Lembaga ini diakui resmi oleh Pemerintah Indonesia dan Liga perhimpunan Palang Merah serta Bulan Sabit Merah di Jenewa (1950).

Ketika Jakarta diduduki Belanda, Pengurus Besar PMI dipindah ke Yogyakarta. Sebagai organisasi yang berkedudukan bebas, PMI berpedoman pada Palang Merah Internasional dan Konvensi Jenewa. Mula-mula bergerak di bidang usaha damai, yaitu memulangkan romusha ke kampung halaman masing-masing. Dengan pendaratan tentara Sekutu yang diboncengi tentara Belanda, dan pecah perang kemerdekaan sejak 29 September 1945, PMI membantu Jawatan Kesehatan dan korban perang umumnya. Markas Pusat PMI berkedudukan di Jakarta. Bertempat di Hotel Pavillion, Jl. Majapahit (di belakang gedung Harmoni), kemudian secara permanen terletak di Jl. Gatot Subroto 96 Jakarta Selatan. Pimpinan PMI dipegang oleh wakil presiden dan ketua harian dipegang oleh Menteri Kesehatan.

Selanjutnya PMI merupakan perhimpunan sosial yang terdiri atas anggota masyarakat yang bekerja untuk mengorganisasikan kesiagaan terhadap penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat meletusnya peperangan. Sambil menjalin kerja sama dengan masyarakat luas, PMI membantu pemerintah untuk memecahkan masalah penderitaan manusia melalui pendekatan kemanusiaan. Juga dihimpun dan dibina tenaga sukarela guna memberikan pertolongan pertama. Dalam usahanya itu PMI menyelenggarakan pendidikan dan latihan untuk anggota masyarakat yang kemudian tampil dalam satu lembaga khusus.