PAGUYUBAN NGESTI TUNGGAL

Aliran kepercayaan (disingkat Pangestu) yang dirintis Soenarto Mertowardojo. Tuntunan kejiwaan diterima pertama kali tahun 1932 berupa Sabda Suksma Kawekas yang diturunkan dengan perantaraan Sukma Sejati dan diterima Soenarto dalam pusat sanubari. Sabda turun terus-menerus hingga tahun 1933 dicatat R. Tumenggung Hardjoprakosadan R. Trihardono Soemodiharjo. Terhimpunlah sabda tertulis dalam tujuh buku yang dikenal dengan sebutan Pepadang Pelajaran Sang Guru Sejati. Paguyuban Ngesti Tunggal sebagai perkumpulan barn dibentuk tahun 1949 di Surakarta oleh Soenarto bersama tujuh pengikutnya. Tahun 1954, tujuh buku pelajaran Pangestu dijadikan satu buku dengan nama Sasangka Jati (pepadang Sejati). Pangestu Pusat berkedudukan di Jakarta dipimpin Soedjarwo.