PADRAO

Batu panjang ditancapkan di pantai oleh orang Portugis untuk menandakan penemuan, pernyataan sebagai milik, peringatan akan suatu perjanjian, dsb. Satu batu padrao yang ditempatkan di Pantai Sunda Kalapa tahun 1522 oleh Portugis, ditemukan kembali tahun 1918 waktu diadakan penggalian fondasi sebuah gedung di pojok Prinsenstraat-Groenestraat yang kini disebut D.Kali Besar Timur I-Jl. Cengkeh, di sebelah selatan rel kereta api.

Pada batu tersebut di bagian atas tampak armillary sphere atau rangka bola langit dengan khatulistiwa dan lima garis lintang. Paling atas tampak lambang tiga daun, yakni Trifoil. Terdapat pula empat garis inskripsi yaitu:

1. Salib Ordo Christus (yang termasyhur di Portugal sebagai penerus Ordo Tempel dari Yerussalem di wilayah kuasa raja Portugis itu, terlihat di sebelah kiri di atas huruf O atau D);

2. DSPOR yang berarti D.S.POR. (singkatan dari Do Senhario de PORtugal, artinya "Penguasa (=Tuan) atas Portugal");

3. ESFER a/Mo yakni Esfera do Mundo (artinya "Kawasan Dunia" atau Espera do Mundo artinya "Harapan dunia");

4. Mungkin masih ada salib lagi seperti baris pertama, tetapi kurangjelas. Pada sisi kiri bagian atas tampak suatu salib yang kabur dalam bentuk seperti Salib Ordo S. Joanes. Sekarang Batu Padrao disimpan diMuseum Nasional Jakarta.