Pa' Gelung

Orang yang memimpin pemberontakan di Rengasdengklok pada April 1946, hingga peristiwa itu disebut Pemberontakan Pa' Gelung. Kaum pemberontakan tidak ada yang menggunakan senjata api, hanya golok, tombak dan senjata tajam lain, hanya diperkirakan memiliki ilmu mistik, karena dalam pertempuran kebal peluru. Pa' Gelung dan anak buahnya menyerbu ke arah markas TKR di Rengasdengklok yang berisi satu Batalyon TKR Darat (yang dipimpin Mayor Mustafa Kamal) dan satu Batalyon TKR Laut (dipimpin Mayor Hasibuan). Penumpasan pemberontakan Pak Gelung juga didukung oleh laskar Rakyat Jakarta Raya dari daerah Karawang yang dipimpin oleh Bang Pi'i dan pasukan TKR yang dipimpin oleh Kapten Munadi. Sehingga Pa' Gelung dan anak buahnya dapat ditangkap Bang Pi'i.

Selanjutnya dibawa ke Markas Pusat Pertempuran (MPP) di Karawang, lalu Pa' Gelung diiirak berkeliling Kota Karawang. Untuk mengakhiri nyawa pimpinan pemberontak ini mengalami kesulitan karena tidak mempan senjata tajam, hingga suatu ketika Pa' Gelung berkata: "Saya tidak akan mati. Akan tetapi kalau memang menghendaki kematian saya, masaklah air sampai mendidih dicampur kapur barus, lalu siramilah seluruh tubuh saya". Maka setelah syarat tersebut dipenuhi, Pak Gelung mati dan jenazahnya dimakamkan di suatu pekarangan dekat muka Station Karawang.