Orkes Studio Djakarta

Salah satu orkes yang ada di Jakarta pada masa awal kemerdekaan Indonesia yang dipimpin oleh Soetedjo. Dua yang lainnya adalah Orkes Radio Philarmonisch dan Orkes Cosmopolitan yang dipimpin oleh Jos Cleber. Orkes Studio Jakarta dalam dunia musik periode 1948-1950 mempunyai tugas yang tidak ringan, yaitu berusaha memodernisasi seni keroncong agar sesuai dengan zamannya. Meskipun menghadapi berbagai macam rintangan, OSD selalu mencoba memberi pertimbangan antara musik Barat dan Timur, Hawaian dan Melayu, serta jazz dan keroncong. Soetedjo memimpin OSD sejak kali pertama dibentuk sampai 1 Juli 1950. Sewaktu RRI Jakarta diserahkan kembali ke Indonesia, Jusuf Ronodipuro melakukan sejumlah perombakan. Ketiga orkes di atas Orkes Radio Philarmonisch, Drkes Studio Djakarta, dan Orkes Cosmopolitan - tetap dipertahankan namun pimpinannya diganti. Ismail Marzuki ditunjuk sebagai pemimpin bam OSD. Meskipun indra pendengarannya sudah kurang sempurna, Jusuf tetap "memaksa" Marzuki untuk memimpin orkes yang bercita-cita "memajukan seni-suara Indonesia" itu.

Serah-terima kepemimpinan OSD ibarat pertemuan antara "buku dengan mas". Apa yang disusun Soetedjo dilanjutkan Ismail Marzuki. Mereka bahu membahu membawa seni musik dan seni suara ke satu tujuan: musik dipahami oleh segenap bangsa Indonesia. Soetedjo "menjerahkan suatu susunan ahli-ahli pemain musik jang telah faham akan arti dan makna latihan dan disiplin," sementara Ismail adalah "tempaan jang teruntuk bagi mempopulerkan lagu-lagu kedalam masjarakat ... menghibur masjarakat." Maing sendiri menyebut Soetedjo sebagai "satu-satunya arrangeur Indonesia jang dikenalnya, yang bisa bekerdja tjepat-tjekatan" dan "seorang seniman-musik yang sadar akan arti organisasi. "

Namun Ismail Marzuki hanya memimpin OSD selama tiga bulan, kemudian dirigen diserahkan kepada Sjaiful Bahri yang sebelurnnya dikenal sebagai pemain orkes Puspa Delima. Sjaiful oleh Ismail Marzuki dianggap "berbakat penuh". Kemajuan OSD di bawah Sjaiful Bahri tidak lepas dari pengaruh musikus Belanda seperti Jos Cleber dan Tom Diessevelt, yang juga sempat mendidik Ismail Marzuki membuat aransemen lagu dan orkestrasi. Sepeninggal Sjaiful Bahri, Cleber Diessevelt pulang ke Belanda, Ismail Marzuki bertindak sebagai penulis aransemen lagu keroncong untuk OSD.