Nyai Soemirah, Cerita

Salah satu karya sastra dari penulis Melayu Tionghoa, Thio Tjin Boen. Judul lengkapnya "Cerita Nyai Soemirah atawa Peruntungan Manusia." Karya ini diterbitkan pertama kali oleh Drukkerij Kho Tje Be & Co di Batavia pada tahun 1917 dan mempunyai dua jilid.

Dalam Cerita Nyai Soemirah bisa ditemui gambaran tentang hubungan antar etnis. Dalam jilid I, dengan sangat menarik cerita ini menuturkan upaya seorang pemuda peranakan Tioghoa bernama Tan Bi Liang memikat hati seorang gadis pribumi keturunan keraton Solo bernama Soemirah. Ibu Soemirah (ayahnya sudah meninggal) yang semula menentang akhirnya setuju karena melihat anaknya mencoba gantung diri akibat hubungannya dengan Bi Liang tidak direstui. Hubungan mereka mendapat halangan dari saudara sepupu Soemirah, Ardiwinata alias Arkoem yang juga menyukai Soemirah. Beberapa kali Arkoem mencoba menghabisi Bi Liang namun gagal. Akhirnya ia harus tinggal di bui selama 20 tahun karena telah melakukan percobaan pembunuhan.

Dalam Jilid II yang merupakan kelanjutan kisah Bi Liang dan Soemirah, menceritakan tentang keinginan Arkoem yang ingin membalas dendam lewat keponakannya Rogaya. Bi Liang dan Soemirah sendiri sudah menikah dan tinggal di Bandung. Mereka mempunyai dua anak, Hie Tjiak dan Mience. Rencana Arkoem gagal, ia mati ditikam oleh orang gila yang mengamuk saat akan menghabisi Bi Liang dengan tangannya sendiri. Hie Tjiak dan Rogaya saling menyukai dan berencana akan menikah. Bi Liang dan Soemirah beserta keluarganya kemudian pindah ke Tiongkok.