Nugroho Notosusanto

Seorang sejarawan, tokoh pendidikan dan juga sastrawan. Lahir tanggal 15 Juni 1931 di Padean, Rembang, Jawa Tengah dan meninggal di Jakarta 3 Juni 1985. Ia menikah dengan Irma Savitri dan dikaruniai tiga orang anak. Ia merupakan anak tertua dari tiga putra Prof. Mr. RP Notosusanto guru besar Fakultas Hukum UGM. Lulus Fakultas Sastra UI 1960 dan memperoleh gelar doktor dalam ilmu sastra sejarah dari UI 1977, sastrawan dan sejarawan militer, dalam Kabinet Pembangunan IV (1983), ia menjabat sebagai menteri P dan K. Ia mengawali pendidikan di ELS Malang, kemudian Sekolah Rakyat di Jakarta. Ia kemudian menyelesaikan SMP dan SMA di Yogyakara. Kemudian ia pindah ke Jakarta melanjutkan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, lalu memperdalam pengetahuan bidang metode sejarah dan filsafat pada Universtas London dan memperaleh Dokter ilmu-ilmu sastra (bidang sejarah) dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Ia pemah menjabat rektor Universitas Indonesia serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 1983 hingga akhir hayatnya. Karya tulisnya dibidang sastra antara lain: Rasa Sayange (1961); Hijau Tanahku, Hijau Bajuku (1961). Dalam bidang sejarah antara lain: salah seorang editor umum buku Sejarah Nasional Indonesia (6 jilid). Pemah menjadi Kepala Pusat Sejarah ABRI, Rektor UI. Karya ilmiahnya antara lain: Tentara Peta Pada Jaman Pendudukan Jepang, The National Struggle and the Indonesian Armed Forces, Masalah Penelitian Sejarah Kontemporer(1978). Karya tulisnya antara lain : Hakekat Sejarah dan Azas-azas Metode Sejarah (1965). The Peta Army the Japanese Occupation (1977), Ikhtisar Sejarah Republik Indonesia. Cerpen yang dibuatnya lebih menceritakan kekecewaan atau rasa tidak puas, sikap prates dan humanisme universal dengan gaya cerita yang humoris, antara lain terlihat dalam kumpulan cepennya yang berjudul Hujan Kepagian (1958), Tiga kota ( 1959), Rasa Sayang (1961), dan Hijau Tanahku Hijau Bajuku (1963).