NOTONAGORO

Seorang Ilmuwan dan Negarawan, lahir di Surakarta, 10 Desember 1905 dan meninggal di Yogyakarta, 23 September 1981. Pendidikan dasar ditempuh di Europesche Lager School (ELS) Klaten, MULO Surakarta (1922) lalu AMS Jurusan Ilmu Pasti Alama di Yogyakarta. Kemudian melanjutkan studi di Rijks Universiteit Leiden di Belanda, dan tahun 1929 berhasil meraih gelar Meester in Rechten (Mr.). Sekembalinya ke tanah air, menjadi guru dan dosen di berbagai lembaga hingga diangkat menjadi guru besar di Sekolah Tinggi Hukum di Surakarta tahun 1949. Lembaga ini merupakan cikal bakal Fakultas Hukum UGM, tempat ia mengabdikan diri sebagai guru besar.

Ia adalah figur yang memberikan jalan tengah kembali ke UUD 1945. Pernyataan ini dilontarkannya dalam seminar dan kemudian menjadi memorandum ilmiah UGM. Soekarno, orang yang paling berkuasa saat itu, menutup seminar tanpa berkomentar. Namun tanggal 5 Juli 1959 sejarah mencatat, ia mencetuskan dekrit yang memberlakukan kembali Pancasila dan UUD 1945. Mestinya laki-laki kelahiran Sragen, Solo, pada 1905 ini boleh berbangga. Tapi, ahli filsafat hukum yang turut menyusun statuta pendirian UGM itu tidak berpretensi bahwa dekrit Bung Karno adalah berkat jasanya. Padahal, terlepas dari peranan beberapa tokoh lain khususnya dari Angkatan Darat, gagasan kembali ke UUD 1945 adalah hasil pemikirannya.