Nicolaus Drijarkara

Ahli filsafat dan pemikir Indonesia. Lahir tahun 1913 dan meninggal tahun 1967. Ia datang dari keluarga sederhana di daerah Purworejo, Jawa Tengah. Belajar filsafat dan teologi di Kolese Ignatius dan Seminari Tinggi di Yogyakarta dan Muntilan. Meraih gelar doktor filsafat di Univeristas Gregoriana di Roma (1952) dengan disertasi tentang Nicolas malebranche. Oleh Monsinyur Albertus Soegijopranoto ia ditahbiskan menjadi imam di Semarang pada tahun 1947, kemudian meneruskan pelajaran ke Vatikan, Roma. Drijarkara berhasil meraih gelar doktor dengan yudisium cum laude. Sekembalinya dari luar negeri, Drijarkara memberi kuliah di berbagai perguruan tinggi, antara lain di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, Universitas Hassanuddin Ujungpandang, dan juga di Amerika Serikat. Di Indonesia, ia mulai bekerja dengan memperkenalkan filsafat.

Ia melihat kekayaan bangsa Indonesia yang masih tersimpan sebagai pandangan hidup harus diberi jalan ke arah pemikiran yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam berfilsafat ia sering menunjuk kembali isi kitab-kibat kuno dan ajaran-ajaran leluhur seperti Wedhatama, Wulang Reh, Serat Centini, dan suluk-suluk. Yang mengesankan banyak orang adalah pandangannya tentang Pancasila, dan usahanya memberi dasar filsafat terhadapnya. Sebagai penghormatan atas kebijaksanaan serta kepiawaiannya, di Jakarta didirikan Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat dengan menggunakan namanya, Drijarkara.