NGARAK

Suatu iringan musik tradisional Betawi, misalnya rebana, untuk mengiring pengantin atau anak sunat. Mereka dibawa melewati kampung, dan dengannya dinyanyikan lagu-lagu yang bersifat Islam. Antara masyarakat Betawi di Jakarta Pusat dan Betawi di Jakarta Selatan terdapat perbedaan memilih lagu untuk ngarak. Di Jakarta Pusat, lagu pertama adalah Assyaraqqat syamsul wissali, dan lagu penutupnya 'Alal aqiqi itjqma'naa. Sedangkan di kalangan Betawi Jakarta Selatan, lagu pertamanya adalah [removed][removed] t;em>Asshalaatu 'alaan Nabiy, dan lagu penutupnya adalah Ya Nabii-ya man hadlar. Acapkali terjadi pilihan lagu merupakan gabungan antara dua sumber, yaitu Diiwan Hadro yang dihimpun oleh Mohammad Mar'II dan syair-syair karya Abdurachman Ad Diiba'i. Ngarak dapat juga berlangsung tanpa syair-syair Islam, dan itu diiringi dengan misalnya tanjidor (yang hingga kini membekas sifat-sifat animisme).