Nasional, Museum

Museum yang sering juga disebut Museum Pusat, Central Museum, Museum Gajah, Elephant Museum, Gedung Gajah, terletak di Jl. Medan Merdeka Barat no. 12, Jakarta Pusat. Museum Nasional didirikan pada 28 Mei 1979, awalnya merupakan museum milik Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Watenschappen. Gedung ini dibangun tahun 1778 oleh J.M.C. Rademacher.

Bangunan Museum Nasional a [removed][removed] rsitekturnya bergaya Doria (Yunani). Bangunannya didirikan tahun 1862 dan diresmikan sebagai museum tahun 1868, bersamaan dengan pengembangan wilayah Weltevreden. Ide pembangunan museum ini berasal dari JCM Rader Macher, anggota Raad van Indie yang sekaligus pendiri Lembaga llmu Pengetahuan "Bataviasche Genootschap van kunten en Wetenschappen".

Bangunan museum ini Juga sering disebut dengan Museum Gajah, Gedung Gajah, karena di halaman depannya terdapat arca (patung) gajah yang terbuat dari perunggu. Arca gajah tersebut merupakan cinderamata dari Raja Siam (Thailand) SriBaginda Chulalong Kom yang diserahkannya pada tahun 1871 ketika berkunjung ke kota Batavia (Jakarta). Bangunan ini sejak berdirinya difungsikan sebagai museum hingga saat irti. Monumen Gajah irti selama bertahun-tahun ada di pintu masuk museum sehingga orang lebih mengenal museum tersebut dengan sebutan Museum Gajah.

Dalam museum ini tersimpan benda seni budaya dari zaman batu hingga zaman modern. Gedung Gajah juga memiliki koleksi mata uang logam yang unik, termasuk uang dari kain. Ruang emas dan berlian terletak di lantai dua. Barang-barang di ruang irti pernah dirampok oleh kelompok Kusni Kasdut, sehingga ruangan ini pernah ditutup untuk umum. Tempat khusus ini dibuka lagi setelah sistem keamanan memadai.

Koleksi keramik yang tersimpan di sini antara lain keramik Cina dari zaman Dinasti Han, Tang, Sung, dan Dinasti Ming. Dulu keramik serupa itu sering dihadiahkan oleh penguasa Cina kepada penguasa daerah-daerah Indonesia sebagai tanda persahabatan. Koleksi di ruang keramik juga pernah hilang koleksi lain meliputi pelbagai patung peninggalan budaya Hindu, Budha, dan Islam masa lalu di Indonesia. Pelbagai peralatan rumah tangga, pakaian daerah, kerajinan tangan, dan barang kesenian  lainnya dari berbagai kelompok etnis di Indonesia juga tersimpan di sini.

Lantai dasar gedung ini pernah dipakai untuk Perpustakaan Nasional yang mempunyai koleksi lengkap tentang kebudayaan di Indonesia. Perpustakaan itu kini dipindahkan ke Jl. Salemba Raya. Dulu di kalangan masyarakat Jakarta terdapat kepercayaan bahwa orang berpacaran yang berkunjung ke gedung ini akan selamat sampai ke gerbang pernikahan. Gedung Gajah dibuka setiap hari, kecuali hari Senin.