NANGKA

Bernama ilmiah Artocarpus heterophyllus Lmk., yang dikenal dengan nama nangka adalah tanaman pohon yang bercabang banyak, tingginya sampai 23 m. Daunnya agak kaku, berbentuk lonjong. Permukaan atasnya lebih licin dan berwarna lebih terang dari pada permukaan bawahnya. Bunganya tersusun dalam tandan jantan dan betina yang terdapat pada satu pohon, mengandung madu yang harum baunya. Bau tersebut mengundang sejenis lalat dan kumbang yang merupakan serangga penyerbuk. Buahnya bulat sampai lonjong berukuran besar, permukaannya kasar, berduri. Buah nangka sangat beranekaragam. Di Jawa dikenal sekurang-kurangnya ada 20 nama daerah yang digunakan untuk berbagai macam, antara lain seperti nangka bubur, nangka salak, nangka pandan, nangka sukun, nangka kunir dll.

Nangka sebenarnya merupakan tanaman tropika dataran rendah, tetapi dapat pula tumbuh di dataran tinggi beriklim dingin. Dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, tetapi yang terbaik pada tanah endapan dalam. Diperbanyak dengan bijinya, namun mutunya sering bervariasi. Dapat pula dilakukan secara cangkok, yang relatif sama dengan tanaman induknya. Nangka berbuah sepanjang tahun, tapi produksi tertinggi dicapai sekitar bulan Oktober-Desember.

Daging buah yang masak harum baunya. Dimakan dengan berbagai cara, sebagai buah meja, dibuat kolak atau manisan, dipakai sebagai pewangi dalam minuman dll. Bijinya setelah direbus atau dibakar di dalam abu dapat pula dimakan. Buah yang muda dibuat sayur. Daun nangka merupakan makanan kambing dan domba. Abu akar nangka sejenis Selanginella dapat digunakan untuk obat. Kulit kayunya dapat dipakai pembakar luka.