Nabang

Sampai akhir abad XIX daerah Tanah Abang (sekarang) disebut dengan Nabang. Dalam penulisan formal zaman Hindia Belanda, diberi partikel 'De' sehingga menjadi 'De Nabang'. Nabang adalah nama jenis pohon yang tumbuh di atas bukit di daerah tersebut. Penduduk sendiri menyebut tempat itu 'Tenabang', plesetan dari "De Nabang". Nama Tanah Abang diberikan Jawatan Kereta Api setelah pembangunan stasiun kereta api tahun 1890. Mungkin karena mengira "Tenabang" itu salah dan perlu "diluruskan" menjadi "Tanah Abang" yang berarti tanah merah.