Main Nganten-ngantenan

Bagian upacara perkawinan masyarakat Betawi. Sehari setelah upacara perkawinan, pada sore harinya laki-laki pergi ke rumah istrinya dengan membawa "kiras", yaitu beras tiga liter yang dibungkus dengan pelepah batang pisang yang dibentuk seperti botol dan pada ujungnya dilakukan seekor ayam yang sedang besarnya. Sesampainya di depan rumah si istri, ayam tersebut dipencet sehingga berkeok, yang maksudnya memberi tanda bahwa suaminya datang.

Kemudian ayam dan beras diterima oleh si istri tanpa memberi salam, lalu dibawa masuk ke dapur dan dimasak. Sementara itu si suami duduk-duduk saja di ruang tamu sambil menunggu istrinya memasak. Setelah semua selesai, mereka berdua duduk di ruang makan menghadapi makanan yang baru dimasak oleh si istri dan kemudian si suarni dipersilahkan makan dan tanpa bicara makanlah mereka. Kejadian ini berlangsung sampai dua atau tiga hari tanpa si istri mau menegur si suami, walaupun kewajibannya untuk memasak atau menyediakan makanan yang tetap dia laksanakan. Karena ceriteranya si istri masih marah. Setelah agak malam si suami pulang lagi ke rumahnya, untuk kembali lagi besok sorenya.