KUSNADI

Budayawan dan kritikus senirupa, lahir 1 April 1921 di Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah dan meninggal di Jakarta, 1997. Ia adalah putera seorang pencinta seni yang mengkoleksi keris dan wayang kulit. Mulai melukis sejak umur 21 di Purworejo secara otodidak. Selama pendudukan Jepang ia pergi ke Jakarta tempat ia berhubungan dekat dengan Sudjojono serta Affandi di Putera; ia menerima pelatihan teknik seni dalam menggambar dari Basuki Abdullah di Pusat Kebudayaan yang disponsori Jepang. Satu dari tugasnya di Jakarta adalah sebagai desainer pada sebuah studio film.

Pada 1946, pindah ke Yogyakarta, sebentar ke Solo sebagai pegawai dari Kantor Berita Film Indonesia (BFI, 1946-1947). Ia dan Luke Abdulrachman mengedit penerbitan bulanan BFI dijurnal Indonesia di Solo. Kusnadi adalah seorang dari para pendiri Pelukis Rakyat pada 1947. Ia adalah penasehat PI sejak 1952. Pada 1950 ia menjadi kepala Seksi Seni Rupa dari Urusan Kesenian, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan; ia adalah guru estetika di ASRI sejak pendirian akademi itu pada 1950.

Pada tahun 1953, bersama dengan Sholihin dan Affandi, ia mengambil sebuah koleksi lukisan-lukisan Indonesia yang representatif ke The Second Bienal di Sao Paolo, Brazilia. Dalam perjalanan kembali dari Sao Paolo, ia dan Sholihin mengunjungi Paris untuk menyaksikan koleksi-koleksi Lourvre dan museum modern. Pada 1963 Kusnadi mengadakan studi trip ke Amerika Serikat untuk mensurvei pendidikan seni serta fasilitas-fasilitas museum. Ia juga menulis tentang seni rupa Indonesia untuk beberapa berkala; ia adalah staf editorial jurnal Budaya sejak 1952, dan editor utamanya sejak 1955. Ia menikah dengan pematung Supini, dan mereka mempunyai empat orang anak.