KUMBANG TJARI

Grup musik bernuansa Minang. Didirikan tahun 1961, oleh Nuskan Sjarif, orang Padang yang mengadu nasib di Jakarta. Kelahiran grup ini bermula dari keinginan Nuskan untuk bergabung dengan grup Gumarang, namun ditolak. Nuskan yang bangga dengan popularitas Gumarang, tahun 1954, berlibur ke Jakarta. Selama di Ibu kota, ia sempatkan berkunjung ke markas Gumarang dan menawarkan lagu ciptaannya, Kok Upiak Lah Gadang. Lagu itu diterima dan dimainkan dalam acara "Panggung Gembira" di RRI. Guru SMP Negeri Padang hingga tahun 1960 itu kembali ke Padang dan meneruskan karier sebagai penyanyi amatir sambil memperdalam kemampuan gitarnya,

Pindah ke Jakarta, Nuskan berkeinginan untuk bergabung dengan Gumarang, Namun, pimpinan Gumarang yang mengetahui kemampuan Nuskan justru menyarankannya membentuk grup musik sendiri. Itulah awal lahirnya Orkes Kumbang Tjari. Berbeda dengan Gumarang yang dominan dengan pianonya, Kumbang Tjari mengedepankan melodi gitar. Dengan kemampuan petikan gitar Nuskan yang menyerupai bunyi alat-alat musik asli Minang seperti talempong, rebab dan saluang, membuat lagu-lagu Kumbang Tjari terasa dekat sekali dengan cara lagu-kagu Minang dibawakan.

Piringan Hitam Kumbang Tjari yang pertama berisi lagu-lagu Asmara Dara dibawakan Elly Kasim, Randang Darek dinyanyikan Nuskan Syarif, Taraatak Tangga (Elly Kasim dan kawan-kawan), Mak Aji (Nuskan Syarif) dll. Bersama Kumbang Tjari, Elly Kasim menjadi menyanyi lagu-lagu Minang yang belum tergantikan. Perempuan kelahiran Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 27 September 1942, ini terkenal dengan lagu-lagu seperti Kaparinyo, Dayung Palinggam, Kelok Sembilan, Barek Solok, Lamang Tapai, Lansek Manih, Main Kim, dll, lagu-lagu yang dimuat dalam puluhan kaset, PH maupun VCD selama lebih dari 40 tahun.