Kota Lama, Benteng Keliling

Benteng atau tembok ini mengelilingi kota lama (Jakarta kota) yang luasnya sekitar 65 hektar, dilengkapi dengan 22 buah bastion (bolwerk) dari batu karang yang semuanya jika dihitung dari utara sisi timur diberi nama sebagai berikut: Amsterdam, Middelburg, Delf, Roterdam, Horn, Enkhuizen, Vianen, Gelderland, Catzenelleboogen, Oranje, Nieuwpoort, Hollandia, Diest, Nassau, Zeelend Utrecht, Vrisland, 0verijsel, Groningen, Zeeburg, Kuilenburg dan Middelpunt. Empat di antara bastion tersebut sekaligus berfungsi sebagai gerbang kota yakni gerbang Roterdam (Roterdampoort) di sisi Timur, gerbang Utrecht (Utrechtpoort) di sisi barat, gerbang Baru (Nieuwpoort) dan gerbang Diest (Diestpoort) di sisi selatan. Apabila diperhatikan peta der Parra yang menggambarkan situasi tahun 1770 (1780), ternyata bentuk bastion tembok keliling kota ada yang segilima (bastion sempurna) segi empat dan bulat atau setengah lingkaran (rondeel).

Menurut F.de Haan, benteng ini dipersenjatai 140 pucuk meriam, kebanyakan diantaranya beratnya 20 pon dan sebagian besar ditaruh di atas tanah (tidak pakai roda) agar bagian bawahnya tidak cepat rusak. Sedangkan pengawalan/penjagaan benteng dilakukan oleh satu satuan komando di bawah 5 orang perwira berpangkat Kapten. Kelima perwira itu ditempatkan di tempat-tempat strategis di gerbang Baru (Nieuwpoort), gerbang Diest, gerbang Rotterdam, gerbang Utrecht dan di Vierkant. Pada jam 7 malam setelah lonceng dibunyikan semua pintu gerbang ditutup, namun sejak tahun 1749 gerbang barn sebagai perkecualian dibuka terus sampai jam 10 malam. Hal yang sama diberlakukan pula pada gerbang Roterdam sejak tahun 1767.Pada mulanya semua kunci gerbang kota dipegang oleh Baljuw sebagai wali dari semua warga dan rakyat kecil. Namun sejak pemerintahan Gubernur Jenderal van Imhoff semua kunci digantungkan di induk gardu penjagaan, sementara penjagaan atasnya ada di tangan para serdadu (militer).

Tembok pertahanan ini dibuat dari tanah yang dilapisi dengan batu karang, berdiri kokoh antara dua buah parit (kanaal), yaitu parit dalam (binnengracht) dan parit luar (buitengracht) yang juga berfungsi sebagai sarana pertahanan. Menurut Valentijn, lebar kedua parit tersebut mencapai 13 sampai 14 roeden, di bawah tembok terdapat tanggul-tanggul kecil yang ditumbuhi pagar hidup sehingga sukar untuk diterobos. Panjang kota bagian barat dari utara ke selatan 1,31 treden, sedangkan kota bagian timur 802 treden. Lebarnya dari gerbang Rotterdam sampai gerbang Utrecht 1,360 treden.

Benteng atau tembok keliling Kota Batavia sudah mulai dibangun sejak J.P.Coen menjadi Gubernur Jenderal VOC, kemudian dilanjutkan dengan mengalami perombakan dan penyempumaan oleh para penggantinya. Dan baru mencapai bentuk yang tetap (sempurna) pada masa Gubernur Jenderal Jacob Mosel (1750-1761) seperti yang tampak pada peta der Parra. Ketika Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal, benteng ini dibongkar dan sebagian material bangunannya dipergunakan untuk membangun Weltevreden. Namun sebagian kecil sisa-sisa benteng ini sekarang masih dapat dilihat di museum bahari, Pasar Ikan, Jakarta Utara.