Konting, Perahu

Disebut juga kunting, kementing, mayangan. Konting sejenis dengan perahu mayang, hanya lingginya tak selebar perahu mayang Jawa Barat. Linggi (bagian kepala depan kerangka perahu) perahu konting sangan runcing dengan tinggi 1,50 m, didekatnya terdapat pantok, yaitu tangga yang terbuat dari bambu yang dipasang permanen, berfungsi untuk mengintai daerah kerumunan ikan. Di atas geladak atau dek dekat tiang layar terdapat satu tong air minum berbentuk bulat silinder, dibuat dari papan kayu yang ditempatkan secara permanen.

Bagian-bagian perahu lainnya sama seperti perahu mayang, hanya namanya saja yang berbeda, gading : toklik, geladak:
jabakan, dapur: jantur, landasan kemudi : gemi, andang-andang: lamban, pembawon disebut bawon. Hiasan perahu berupa ukiran, lukisan warna-warni dengan motif batik menghiasi seluruh badan perahu. Hiasan lain berupa merumbai-rumbai berbentuk ekor kuda yang disebut kumpeng dan sumpyang yang terbuat dari bahan karet bekas dan sepeda yang digantungkan pada tali penurut di tiang layar. Perahu konting biasanya berukuran l0x 3x1,50 m, bermuatan 12,13, atau 15 orang nelayan.