KONINKUJKE PAKETVAAR MAATSCHAPPIJ

KPM atau Koninklijke Paketvaar Maatschappij, "Royal Packet Navigation Companyn", perusahaan perkapalan utama di Hindia dari tahun 1891 sampai akhir masa kolonial. Didirikan oleh tiga orang Belanda pada tanggal 12 Agustus 1888. Mereka kemudian memesan 13 kapal uap dari Belanda, salah satunya s.s. Swaedecron. Pada bulan Juli 1890 juga membuka kantor di daerah Kali Besar Batavia untuk mempersiapkan pelaksanaan kontrak dari pemerintah dalam pengelolaan jasa pengangkutan penumpang dan barang di Hindia Belanda selama 15 tahun mendatang (1891-1905). KPM mengelola 13 jalur transportasi, 6 armada yang secara rutin berangkat dari Tanjung Priok, dan menjangkau seluruh kepulauan termasuk Sumatra, Borneo, Maluku, Sulawesi, dan Irian Jaya.

Pemegang lisensi usaha pelayaran dan pelabuhan yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda tahun 1872.Berdasarkan lisensi tersebut KPM segera mengirimkan pegawainya ke Batavia guna melakukan studi kelayakan usaha pelayaran dan pelabuhan di Hindia Belanda. Hasil studi kelayakan menyimpulkan kondisi yang ada cukup berat, sementara Pemerintah Belanda atau Hindia Belanda tak dapat membantu finansial mengingat dana yang ada terserap untuk membiayai perang melawan Pejuang Aceh yang meletus tahun 1873.

Untuk mewujudkan keinginannya, KPM mencari mitra kerja yang bersedia menanamkan modal dan ikut kerjasama dalam usaha pelayaran dan pelabuhan di Hindia Belanda. Mitra kerja yang bersedia untuk bergabung antara lain: Bum Philip Lina, Rotterdamsche Loyd Ocean, Nederlandsche Loyd Ocean. Hal tersebut ternyata tidak cukup, KPM juga meminta jaminan kepada Pemerintah Hindia Belanda untuk membantu, khususnya dalam pengendalian keamanan dan pengerahan tenaga buruh pribumi. Pemerintah Hindia Belanda menyanggupi membantu KPM dalam membangun pelabuhan serta kemudahan-kemudahan lainnya. Pemerintah segera membatalkan status tanah pertikelir Kampong Kodja Tandjong Priok dan tanah partikelir Tandjong Priok, lalu disewakan kepada KPM selama 75 tahun sejak tahun 1877.Tahun 1886 membangun pelabuhan Teluk Bayur Padang (Port Van der Capellen) dan pelabuhan Belawan Deli tahun 1891.