KOMPAS,SKH

Surat kabar nasional terbesar dalam sejarah pers Indonesia sampai kini. Surat kabar ini diterbitkan di Jakarta. Keberhasilan pengelolaan manajemen kelompok perusahaan penerbit harian ini, yang dikenal dengan Kelompok Kompas dan Gramedia (KKG), memungkinkan diversifikasi usaha bisnisnya meluas sampai ke bidang-bidang bukan pers. Kompas terbit setiap hari, termasuk hari Minggu.

Nomor pertama Kompas terbit pada tanggal 28 Juni 1965. Selama dua tahun sebelumnya, sejak tahun 1963, perintis surat kabar, Petrus Kanisius Ojong dan Jakob Oetomo, sudah lebih dulu menerbitkan intisari, majalah bulanan ukuran saku berisi feature ringan. Kemudian KKG menerbitkan pula majalah-majalah mingguan Bobo untuk anak-anak dan Hai untuk remaja pria, majalah info komputer, majalah ilmu pengetahuan Sigma dan surat kabar tabloid mingguan Bola untuk penggemar olahraga.

Bekerja sarna dengan penerbit lain, KKG juga mengelola maja1ah mingguan berita dan hiburan Jakarta-Jakarta, majalah hiburan Senang dan majalah masalah penerbangan Angkasa. Kerja sama serupa juga dilakukan dalam penerbitan dua surat kabar tabloid mingguan, Nova untuk kaum wanita dan Monitor yang memuat hal ikhwal televisi, radio, rekaman video dan film. Kerja sama teknis diadakan pula dengan beberapa penerbit pers di daerah dalam pengelolaan keredaksian dan manajemen surat-surat kabar daerah.

Seperti pada umumnya terjadi dalam pertumbuhan media pers di Indonesia, Kompas selama tahun-tahun awal perkembangannya dicetak di percetakan orang lain sebelum membangun percetakan sendiri, yang mulai mencetak harian ini pada tahun 1972. KKG kemudian juga menelirikan perusahaan penerbit buku Gramedia dan membuka toko-toko buku di berbagai kota besar. Usahanya Juga melebar ke bidang audio-visual dengan mendirikan stasiun siaran radio Sonora dan perusahaan produksi film Gramedia Film keduanya di Jakarta, walaupun tidak berlanjut karena tidak menguntungkan Terakhir merambah bisnis pertelevisian.

Usaha bisnisnya yang lain di luar pers, walaupun tidak semuanya berhasil, tersebar bukan hanya di ibu kota dan di P. Jawa, tetapi Juga di luar Jawa. Di antaranya bank, hotel, pasar swalayan, pabrik oksigen, pembibitan udang, perusahaan leasing dan perkebunan jeruk. Diversifikasi bisnis KKG yang beragam di luar bidang media pers terdorong oleh hasrat untuk ikut membantu mengatasi kekurangan lapangan kerja di negeri ini. Di samping itu, larangan terbit dialami Kompas pada awal tahun 1978 menimbulkan kekhawatiran bahwa bisnis media pers dan inforrnasi masih akan tetap labil dalam waktu yang tak dapat diramalkan sehingga diperlukan diversifikasi ke bidang-bidang lain. KKG juga membangun gedung pertemuan Bentara Budaya di Jakarta, yang diresmikan pada bulan Juni 1986, untuk kegiatan kebudayaan dan pameran. Kegiatan yang sama juga diadakan di Bentara Budaya di Yogyakarta sejak empat tahun sebelumnya.