Koma, Teater

Kelompok teater didirikan di Jakarta 1 Maret 1977, karya pentasnya diawali dengan produksi berjudul Rumah Kertas. Karya sutradara N. Riantiarno itu, digelar di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada Agustus 1977. Sejak itu, karya pentasnya lahir beruntun dan semakin memantapkan kehadirannya sebagai grup teater terkemuka, paling produktif dan paling digemari penonton. Hingga kini, Teater Koma sudah menggelar kurang lebih 95 produksi, panggung, maupun televisi.

Teater Koma adalah paguyuban non profit. Didukung lebih dari 300 seniman sejak awal kelahirannya. Dan pada setiap pementasan bergabung sekitar 30 anggota aktif, ganti berganti dengan 120 orang yang berikrar menjadi anggota grup. Aset utama Teater Koma adalah semangat, kekompakan dan pengalaman dalam mengelola teater. Konsep artistiknya bersumber dari kesenian rakyat. Konsep yang percaya bahwa masyarakat adalah narasumber penting bagi proses kreatifnya.

Baru sesudah berusia 24 tahun, Teater Koma berhasil mewujudkan impiannya: berpentas keliling Jawa, di atas truk terbuka dan tanpa memungut bayaran. Impian itu terwujud pada produksinya yang ke-9S, berjudul Kala karya N. Riantiarno, disutradarai Idries Pulungan. Pentas digelar di 12 Kota di Jawa, antaranya di : Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Kudus, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, Tegal, Cirebon, Sukabumi dan Bandung. Dalam perjalanannya, Teater
Koma sering merasakan pahit getirnya berkesenian. Tercatat pernah dilarang naik pentas (Maaf Maaf Maaf di Bandung, Yogyakarta dan Surabaya, Sampek Engtay di Medan, Suksesi dan Opera Kecoa di Jakarta, Opera Kecoa dilarang muhibah ke empat kota di Jepang). Peristiwa derni peristiwa mewajibkan Teater Koma untuk senantiasa merenung. Bercermin dan berupaya agar tetap hidup, terus berkarya, tanpa kehilangan stamina kreatifnya.