Kolek, Perahu

Jenis perahu nelayan yang banyak dijumpai di Teluk Jakarta. Adapun di Jawa Tengah disebut konting, kementing, di Jawa Timur disebut kolekan, dan di Madura disebut golekan. Perahu terbesar yang pemah dimiliki penduduk. Panjangnya 15-20 m, lebar 2-2,5 m, dan tinggi 1-1,5 m. ciri khasnya, ujung depan dan belakang melengkung tinggi dan membentuk setengah lingkaran yang terarah ke dalam. Perahu ini digunakan untuk mengangkut ikan hasil sera ke tempat penjualan. Perahu ini berukuran sedang antara 8-11 x 1,50-2,50 x 0,501 m, terbuat dari kayu jati, bertinggi depan dan belakang lancip melengkung ke arah dalam badan perahu. Dilengkapi dengan 2 buah layar, besar dan kecil yang disebut layar tenda. Untuk menaikkan dan menurunkan layar digunakan tali paridan. Tali bau terikat pada pembawon layar dan tali singkur, berfungsi untuk mengatur arah layar. Badan perahu dihiasi lukisan motif batik, pada sanggan layar dan sumbi-sumbi terlihat ukiran.

Kolek digunakan 2, 3, atau 10 orang nelayan dalam satu kelompok kerja, dan dapat dipergunakan untuk berbagai macam
cara penangkapan ikan dengan alat-alat penangkap ikan seperti pancing,payang,jabur, gillnet, sehingga dengan kolek dapat ditangkap jenis-jenis ikan layang, kembung, selar, tembang, tinggiri, krapu, samage, kakap merah, cucut, cumi-cumi, udang, rajungan, kepiting, teri, udang, dan kerang jenggot. Karena peranannya yang besar, Lembaga Penelitian Perikanan Laut mengadakan serangkaian percobaan untuk meningkatkan efisiensinya dengan merubah bentuk, ukuran perahu dan tenaga penggerak dengan menggunakan mesin motor.