KHOE WOEN SIOE

Satu tokoh penting Tionghoa dalam Baperki (Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia) dan LPKB (Lembaga Pembina Kesatuan Bangsa). Lahir di Jakarta pada 5 Mei 1905 dan bersekolah di THHK Batavia, Sekolah Bible, Mulo Batavia dan AMS Bandung. Ia mulai bekerja pada usia 18 tahun di harian Sin Po, kemudian pindah ke harian Keng Po dan selanjutnya ia berhasil mengambiI alih kepemimpinan harian tersebut. Selama masa pendudukan Jepang (1942-1945) ia dimasukkan ke dalam kamp interniran Jepang di Cimahi. SeIama di daIam tahanan pandangan politiknya banyak dipengaruhi Injo Beng Goat yang sama-sama ditahan dan banyak berhubungan dengan Jan de Kadt, seorang yang berpandangan sosialis dari Belanda. Setelah keduanya dibebaskan, Injo Beng Goat diangkat jadi pimpinan redaksi harian
Keng Po yang berhubungan sangat erat dengan Sutan Sjahrir dan menjadikan harian Keng Po pendukung PSI. Pada 1946 ia menerbitkan majalah mingguan Star Weekly, di mana salah seorang redaksinya adalah Auwjong Peng Koen (PK Ojong). Khoe Woen Sioe dikenal masyarakat Tionghoa sebagai pekerja sosial yang sangat aktif.