KHITANAN, UPACARA

Upacara tradisi orang Betawi di Kampul 15 Bojong yang dilakukan setelah anak berusia sekitar 7 tahun atau lebih, yaitu memotong ujung kulit penis anak laki-laki. Disebut juga sunat atau sunnah dalam bahasa Arab. Dilaksanakan pada bulan Maulid, Syawal (sesudah lebaran), atau masa liburan sekolah Pelaksanaan sunat dibagi dua, hari pertama untuk membujuk dan menghibur penganten sunat. Hari ke dua sebagai hari pelaksana sunat. Khitanan biasanya juga dilakukan setelah seorang anak menamatkan 30 juz ayat suci Al-Qur'an atau setelah Khatam. Qur'an.

Sajian yang disiapkan dalam upacara khitan diantaranya: beras, pisang raja bulu satu sisir, sebutir kelapa, kue-kue tradisional. biasanya berupa dodol, uli, serta seekor ayam jantan. Biasanya sebelum Ashar anak yang akan dikhitan terlebih dahulu dimandikan kemudian dikenakan pakaian indah yang biasanya disewa. Bahan pakaian terbuat dan kain satin yang mengkilab, terdiri dari celana panjang yang longgar dan kemeja tangan panjang serta mengenakan "alpiah" yang bentuknya memanjang ke atas. Selesai khitanan diadakan selamatan atau tahlilan. Hidangan utamanya nasi kuning. Selepas shalat zuhur, undangan mulai berdatangan dengan dihibur ondel-ondel, lenong, atau layar tancap.